Diduga Lakukan Hal Ini, Ilyas Panji Alam Polisikan Wagub Sumsel

rmolsumsel
rmolsumsel

Calon Bupati (Cabup) petahana pada Pilkada Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam melalui kuasa hukumnya Erik Estrada, melaporkan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan (Sumsel) Mawardi Yahya ke SPKT Polda Sumsel atas dugaan pencemaran nama baik, Jumat (30/10/2020).


Laporan tersebut diterima petugas SPKT Polda Sumsel dengan bukti Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor: STTLP/828/X/2020/SPKT Polda Sumsel.

Kepada sejumlah wartawan Erik mengatakan, pihaknya melaporkan Mawardi Yahya ke Polda Sumsel atas dugaan pidana Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik dan menyebutkan penyebab di diskualifikasinya kliennya sebagai salah satu pasangan calon (paslon) pada Pilkada Ogan Ilir oleh KPU Ogan Ilir dan Bawaslu Ogan Ilir.

"Kita melaporkan MY yang merupakan Wakil Gubernur Sumsel, yang mana pada 15 Oktober 2020 lalu di Desa Meranjat, Ogan Ilir, tepatnya saat ada kisruh diskualifikasi paslon oleh KPU dan Bawaslu. Ketika itu MY memberikan sambutan di acara pernikahan warga dan mengatakan jika paslon yang didiskualifikasi ini didasari pelanggaran penggunaan dana Bansos. Padahal faktanya kan bukan itu," papar Erik.

Menurutnya, pernyataan itu disampaikan MY, sapaan karib Mawardi Yahya di muka umum, sehingga kliennya yang juga Bupati Ogan Ilir merasa diserang martabatnya atas tuduhan MY yang menyebutkan, jika kliennya melakukan pelanggaran dana Bansos.

"Untuk itulah kami laporkan MY hari ini, karena diskualifikasi itu bukan karena dana Bansos," tandasnya. 

Sementara itu, kuasa hukum MY Firdaus Hasbullah mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara jelas pasal yang dilaporkan terhadap MY. Namun info yang didapatkan jika MY diduga dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 310 KUHP.

"Namanya melapor dan dilaporkan itu merupakan hak seseorang yang jika merasa dirinya dirugikan. Terkait MY dilaporkan, kami selaku kuasa hukum akan proaktif dan akan kita lakukan pendampingan hukum kepada MY," ungkapnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan, laporan tersebut telah diterima oleh petugas SPKT Polda Sumsel.

"Dengan diterima laporan tersebut tentunya akan dilakukan penyelidikan untuk mengecek kebenaran dari laporan tersebut," katanya.

Selain itu lanjutnya, penyidik juga akan melakukan klarifikasi. Sebab unsur pidana pencamaran nama baik ini harus dilakukan di depan khalayak ramai. "Apabila dari hasil penyelidikan terbukti adanya dugaan pidananya, tentunya kita proses sesuai hukum yang berlaku," tandasnya.