Ribuan Ton Beras Vietnam Masuk Sumsel, Disperindag: Kami Tidak Dilapori Bulog

Proses bongkar muat beras impor asal Vietnam di Pelabuhan Boom Baru/Foto:Fauzi
Proses bongkar muat beras impor asal Vietnam di Pelabuhan Boom Baru/Foto:Fauzi

Ribuan ton beras impor asal Vietnam masuk ke Palembang melalui pelabuhan Boom Baru Palembang. Beras tersebut diimpor langsung oleh perum Bulog. Berdasarkan data yang diperoleh dari PT Pelindo II Palembang perhari ini beras impor asal Vietnam yang sudah masuk ke Palembang 7.550 ton. 


Salah satu perusahaan yang mengerjakan angkutan beras impor tersebut adalah PT PBM Bina Utama Laut yang beralamat di Jalan Residen Abdul Rozak, PHDM VI, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang. 

Ditemui dikantornyo direktur PT PBM Bina Utama Laut, Irawan Purnama membenarkan kalau perusahaannya mengerjakan angkutan beras impor dari Vietnam sebanyak 4800 ton. Menurutnya banyak perusahaan bongkar muat di pelabuhan yang mengangkut beras impor salah satunya adalah PT Bina Utama Laut. 

"Mungkin kali ini PT BUL yang ditunjuk bulog untuk bongkar muatnya. Penunjukan itu dilakukan langsung oleh bulog pusat silakan saja tanyakan ke bulog. Kalau PT BUL hanya mengerjakannya saja," kataya kepada wartawan, Kamis 18 Mei 2023.

Menurut sumber yang ada di pelabuhan Boom Baru Palembang yang tidak mau disebutkan identitasnya mengatakan beras impor asal Vietnam masuk ke pelabuhan sudah sekitar lima lalu dengan satu kapal memuat sekitar 4800 ton. 

"Besok informasinya akan ada lagi kapal yang sandar memuat 2750 ton beras tujuan ke gudang bulog di PTC dan di gudang kenten," ungkapnya. 

Dijelaskannya, perusahaan yang bongkar muat yang mengerjakan angkutan beras impor dari Vietnam ini hanya satu perusahaan saja biasanya banyak lebih dari satu. 

"Ini bagaimana proses dan mekanisme tender yang ada di bulog kok cuma satu perusahaan saja yang mengerjakannya,"katanya. 

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel Ahmad Rizali ketika dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui jumlah beras impor dari Vietnam yang diimpor oleh Bulog dan menyarankan wartawan menanyakan langsung ke Bulog karena itu merupakan program nasional. 

"Semestinya kita mengetahui karena tidak dilapori Bulog, kalau tidak tahu gimana? coba tanyakan langsung ke Bulog nya karena itu program nasional kita tidak ikut," katanya. 

Sementara itu, ketika dikonfirmasi pihak Bulog lewat sambungan telepon maupun WhatsApp belum merespon.