Jargas di Seberang Ulu Tiba-tiba Mati, Ini Penjelasan Dirut PT SP2J

Pipa meteran jargas di rumah pelanggan. (Iwan Setiawan/rmolsumsel.id)
Pipa meteran jargas di rumah pelanggan. (Iwan Setiawan/rmolsumsel.id)

Pelanggan jaringan gas (jargas) kota di wilayah Seberang Ulu mendadak panik karena gas di rumah mereka tidak menyala Selasa pagi (10/5). Aktivitas masyarakat yang hendak memasak pun menjadi tertunda.


Berhentinya aliran gas ke rumah pelanggan bervariasi dimulai pukul 10:00 WIB. Pelanggan jargas yang terdampak yakni di Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, Jakabaring, dan Plaju.

Rita, seorang ibu rumah tangga pelanggan jargas di wilayah Plaju mengeluhkan terhentinya aliran gas. Aktivitas memasak untuk makan siang yang biasa dilakukan pada jam tersebut terpaksa batal.

“Ya terpaksa beli nasi bungkus. Mau masak gasnya mati. Tidak ada pemberitahuan lagi, kenapa (aliran) gasnya mati,” ujar Rita.

Direktur Utama PT SP2J, Ahmad Nopan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan jargas.  

Nopan pun menjelaskan bahwa hari ini sedang dilakukan maintenance terhadap pipa distribusi gas yang mengharuskan pengaliran ke rumah pelanggan dihentikan sementara.

“Iya ada proses shutdown di 4 kecamatan yang berada di wilayah Seberang Ulu. Kami mohon maaf,” ujar Nopan saat dihubungi Kantor Berita RMOLSumsel.

Menurut Nopan, penghentian sementara aliran gas ke rumah pelanggan karena teknisi dari PT Pertagas Niaga sedang melakukan pengosongan pipa gas yang penuh sehingga menghambat aliran gas. Setelah pipa dikosongkan, perlahan aliran gas ke rumah pelanggan akan kembali normal.

“Insyaallah sore ini sudah mulai normal kembali. Tapi tidak bisa langsung semua, bertahap,” tukasnya.