PDIP Sumsel Bagikan Ribuan Masker dan Penyanitasi Tangan

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sumatera Selatan (Sumsel)membagikan 2.500 masker dan penyanitasi tangan (hand sanitizer), untuk menekan penyebaran Covid-19. Pembagian barang-barang tersebut dilakukan di kawasan Pasar Perumnas Sako, Palembang Sabtu (18/4/2020).


Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel Giri Ramanda Kiemas mengatakan, pembagian masker dan hand sanitizer tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian partai kepada masyarakat agar terhindar dari pandemi tersebut.

"Kepedulian ini merupakan usulan dari pengurus dan kader kita melawan pandemi Covid-19 dengan cara yang mampu kita lakukan. Minimal bisa membantu pemerintah mengatasi ini. Kalau masyarakat tidak gotong royong, pemerintah akan sulit berperang melawan pandemi ini," ujar Giri disela kegiatan.

Giri berujar, setiap harinya kader dan pengurus PDI Perjuangan di seluruh daerah di Sumsel bergerak membangu masyarakat yang membutuhkan uluran sejak dua pekan lalu. Penyaluran skala besar yang dilakukan di pasar kali ini diharapkan dapat menyentuh masyarakat lebih luas.

Cara kecil namun masif ini diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah kebawah agar bisa bertahan dari dampak-dampak yang timbul akibat penyebaran virus SARS Cov-2 ini.

Selain masker dan hand sanitizer, DPD PDI Perjuangan Sumsel pun membangun 14 wastafel portabel di Kota Palembang sebagai ibukota provinsi yang sangat rentan penyebaran virus. Wastafel portabel tersebut ditempatkan di lokasi-lokasi publik seperti pasar dan terminal.

"Juga dilakukan sosialisasi agar masyarakat membiasakan diri membersihkan tangannya. Dengan mencuci tangan, penyebaran Covid-19 sangat bisa ditekan," kata dia.

Melalui jalur politik, PDI Perjuangan Sumsel pun menginstruksikan para kader yang merupakan kepala daerah untuk lebih memperhatikan kebutuhan masyarakatnya, terutama pangan dan kebutuhan pokok agar tetap terpenuhi. Lalu terhadap masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi, sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo, setiap kepala daerah harus segera mendesain program padat karya yang bisa dilakukan di tiap daerah agar tidak berdampak buruk terhadap perekonomian masyarakat.

"Secara legislatif kami pun telah menyisir anggaran untuk penanganan Covid-19, dan mengawasi pengunaannya yang dilakukan pemerintah provinsi agar anggaran khusus tersebut tepat fungsi dan sasaran," ungkap Giri.[ida]