Anggota Komisi III DPR Wihadi Wiyanto meminta Propam Polda Kepri mengusut dengan serius penggunaan helikopter polisi yang ketahuan mengangkut warga jalan-jalan.
- Mawardi Pilih Datangkan SFC untuk Hibur Masyarakat Ketimbang Blusukan Pakai Helikopter
- Datang Pakai Helikopter, Herman Deru Resmikan Posko Pemenangan di Muara Enim
- Dua Helikopter Apache Milik AS Jatuh di Alaska
Baca Juga
Menurut legislator Partai Gerindra ini, helikopter dengan nomor lambung 1.108 itu merupakan salah satu sarana vital dan tidak seharusnya dipakai secara sembarangan.
"Pemakaian fasilitas negara, dan khususnya ini adalah fasilitas Polri yang dipakai untuk penegakkan hukum, tidak bisa dipakai untuk main-main, semacam jalan-jalan. Apalagi itu namanya merupakan alat yang cukup vital," ucap Wihadi, Selasa (20/10).
Dia juga curiga dengan alasan yang disampaikan pejabat Polda Kepri bahwa helikopter yang ketahuan mengangkut warga itu bagian dari enjoy flight.
"Kalau polisi membuat alasan seperti itu, saya kira ini ada sesuatu yang harus diperiksa lebih lanjut motifnya, kenapa ada tiga warga yang tidak punya kepentingan apa pun naik helikopter polisi?" kata politikus Dapil Jawa Timur IX ini.
Bagi Wihadi, penggunaan helikopter polisi yang ketahuan setelah videonya viral beberapa waktu lalu ini merupakan masalah serius. Sebab, sarana vital itu seharusnya cuma dipakai untuk pengawasan dan penunjang aktivitas kepolisian.
"Kalau warga sipilnya tidak punya kepentingan apa-apa dengan alasan jalan-jalan naik helikopter polisi, itu sih sebenarnya sudah pelecehan," tegas Wihadi.
Peristiwa itu menurutnya juga memunculkan berbagai persepsi yang berkambang di masyarakat.
"Jadi, seakan-akan bahwa polisi ini sudah bisa dibayar oleh seorang pengusaha atau beberapa pengusaha untuk meminjamkan fasilitas-fasilitas vitalnya, untuk melakukan jalan-jalan. Ini saya kira sudah cukup serius, harus ditindaklanjuti," pungkasnya.
Mabes Polri sebelumnya bergerak cepat merespons sebuah video yang menunjukan helikopter milik Korps Bhayangkara dipakai untuk mengangkut warga sipil. Pilot yang notabene polisi pun langsung diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.
"Benar (pilot helikopter) diperiksa Propam," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Minggu (18/10).
Menurut Argo, pemeriksaan dilakukan untuk melakukan klarifikasi terhadap pilot terkait kejadian yang viral di media sosial tersebut.
"Untuk pemeriksaan sudah dua hari yang lalu," tambah mantan Kapolres Nunukan itu.
Diketahui, kejadian helikopter Polri membawa warga sipil ini diunggah akun Instagram @dewa45_idn dengan caption ‘Bang Jago @divisihumaspolri Sangat Pro Kerjanya.
Kebahagian, Kesejahteraan, Keselamatan dan Keamanan Mereka Sangat Diperhatikan Oleh Pemerintah. Dalam video tersebut, tampak sebuah helikopter berwarna putih dan biru baru saja mendarat di lapangan terbuka.
Setelah mendarat, helikopter yang masih menyala itu pun kemudian menurunkan tiga penumpang dari pintu kanan dan kiri dibantu dengan petugas yang memakai seragam biru.
- PKB Ngaku Tak Diajak Pembahasan Kabinet, Dasco: Sampai Saat Ini Memang Belum
- Mundur Satu Gerbong, Wakil Ketua DPC-PAC Gerindra Musi Rawas Dukung Suwarti
- Gerindra Bandar Lampung Kaget Reihana Deklarasi Cawalkot