Bea Cukai Palembang dan Polda Sumsel Gagalkan Penyelundupan 183.700 Ekor Benih Lobster

Kantor Bea Cukai Palembang bersama Tim Satgas Benih Bening Lobster (BBL) Polda Sumsel menggagalkan penyelundupan 183.700 ekor benih bening lobster di perairan sungai Musi Minggu (6/3). (ist/rmolsumsel.id)
Kantor Bea Cukai Palembang bersama Tim Satgas Benih Bening Lobster (BBL) Polda Sumsel menggagalkan penyelundupan 183.700 ekor benih bening lobster di perairan sungai Musi Minggu (6/3). (ist/rmolsumsel.id)

Kantor Bea Cukai Palembang bersama Tim Satgas Benih Bening Lobster (BBL) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menggagalkan penyelundupan 183.700 ekor benih bening lobster di perairan sungai Musi Minggu (6/3).


Selain mengamankan ratusan ribu benih lobster dua orang pelaku penyeludupan juga diikut amankan. Benih lobster yang dikemas kedalam 14 karton Styrofoam diduga berasal dari perairan Lampung hendak diselundupkan ke luar negeri melalui jalur perairan.

Kepala kantor Bea Cukai Palembang Abdul Harris mengatakan, penangkapan berawal Jumat (4/3) dan Minggu (6/3) yang berawal dari operasi gabungan bea cukai Sumbangtim dan Tim satgas BBL Polda Sumsel  untuk mengantisipasi penyelundupan baby lobster di jalan lintas Palembang.

Tim Bea Cukai mendapatkan informasi dari masyarakat terkait proses pemuatan benih bening lobster yang rencananya akan dibawa keluar dari daerah pabean melalui Palembang.

"Berdasarkan informasi tersebut tim gabungan melaksanakan pengamatan dan pengumpulan informasi dilapangan. Hasil operasi tersebut didapati speed boat kayu dengan panjang kurang lebih 5 meter yang menggunakan mesin 40PK diduga membawa muatan Benih Bening lobster, " katanya kepada wartawan, Senin (7/3).

Harris menuturkan, pada saat dilakukan penggantian dan pemeriksaan, kedapatan kotak-kotak styrofoam yang dibungkus plastik berwarna hitam dan didalamnya terdapat bungkusan- bungkusan bening diduga berisi benih bening lobster tanpa perizinan dari karantina ikan.

" Dari hasil operasi tersebut,tim mendapati 14 karton BBL pada tanggal 4 Maret 2022 dan 22 karton pada tanggal 6 Maret 2022.Tim gabungan berhasil mengamankan 2 orang pelaku berinisial RA dan A,” katanya.

Lalu 4 Maret 2022 telah diserahterimakan barang bukti benih lobster ke stasiun karantina ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan Palembang dan telah dilaksanakan pelepasliaran oleh petugas stasiun karantina ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan Palembang.

Sedangan 2 orang pelaku berinisial RA dan A diserahterimakan kepada satgas BBL Polda Sumsel untuk tindak lanjutnya.

" Diperkirakan harga jual per Harga jual per ekor benih lobster jenis Mutiara Rp150.000,- dan harga jual per ekor benih lobster jenis pasir Rp 100.000,- dengan total nilai barang mencapai 18,675 Miliar Rupiah," katanya.

berdasarkan hasil pencacahan petugas Bea cukai bersama petugas stasiun karantina ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan Palembang, untuk tindakan pada tanggal 4 Maret 2022 sejumlah 14 karton styrofoam = 53.400 ekor.Dan untuk penindakan pada tanggal 6 Maret 2022 sejumlah 22 karton styrofoam=130.300.

“Sehingga total penindakan BBL yaitu 183.700 ekor benih bening lobster. Untuk pelaku yang diamankan apabila terbukti bersalah akan dijerat atas. tindak pidana yang telah melanggar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia nomor 17 tahun 2021 tentang pengelolaan lobster dalam (panulirus.spp), Kepiting (Scylla.spp), dan Rajungan (Purtunus SPP), di wilayah Negara Republik Indonesia. Seluruh barang bukti beserta pelaku akan ditindaklanjuti sesuai dengan proses hukum yang berlaku,"  katanya.