Tingkatkan Minat Baca, Pustakawan Sumsel Dituntut Inovatif dan Kreatif

Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana SSos saat memberikan hadiah kepada pemenang Lomba Perpustakaan tingkat Provinsi 2021. (elko bima/rmolsumsel.id)
Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana SSos saat memberikan hadiah kepada pemenang Lomba Perpustakaan tingkat Provinsi 2021. (elko bima/rmolsumsel.id)

Minat baca masyarakat Sumsel saat ini baru mencapai 12,36 persen. Angka tersebut mendekati angka nasional sebesar 12,93 persen. Untuk itu, diperlukan inovasi dan kreativitas dari pustakawan agar dapat meningkatkan angka minat baca masyarakat.

“Makanya kita harus buat pustakawan lebih siap terlebih dahulu. Kita tantang mereka untuk beradu kompetensi satu sama lain. Agar tumbuh ide atau inovasi mereka untuk memberikan pengajaran literasi kepada masyarakat khususnya anak usia remaja,” kata Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana, saat dibincangi Kantor Berita Rmolsumsel.id, di Hotel The Zuri, Palembang, Kamis (1/7), usai pengumuman juara lomba.

Perlombaan tersebut dibagi dalam dua kategori. Yakni Perpustakaan Desa/Kelurahan dan lomba Perpustakaan Sekolah. Total ada 21 nominasi untuk Perpustakaan Desa dan 11 untuk perpustakaan Sekolah se-Sumsel.

“Indikator penilaian kita, pertama konsep yang diterapkan pustakawan untuk menarik dan menjadikan perpustakaan pusat literasi di lingkungannya, selanjutnya kuantitas dan kualitas karya yang mampu dihasilkan dari pendidikan literasi di perpustakaan mereka,” ujarnya.

Foto bersama tamu undangan dan peserta Lomba Perpustakaan tingkat Provinsi Sumsel 2021. (elko bima/rmolsumsel.id)

Ia menjelaskan, dalam hal tersebut, misalnya SMK Negeri 2 Palembang yang keluar menjadi juara 1. Mereka mampu memfasilitasi siswa-siswi di sekolah menghasilkan karya literasi secara konsisten. Beberapa diantaranya seperti karya tulis fiksi dan ilmiah berhasil juara. Begitupun juga Perpustakaan "Ayo Baca" dari Muara Enim.

“Perpustakaan SMKN 2 Palembang memperoleh nilai dari juri sebesar  820  dan untuk Pemenang Perpustakaan Tingkat Desa, dimenangkan Perpustakaan "Ayo Baca" dari Kabupaten Muara Enim dengan nilai 930. Nilai tersebut nyaris sempurna, mereka berhak mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 4 juta,” tuturnya.

Foto bersama pemenang lomba perpustakaan. (elko bima/rmolsumsel.id)

Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel akan terus berupaya maksimal memberikan pembinaan dan pengembangan. Khususnya bagi perpustakaan umum dan perpustakaan sekolah. Apalagi kedepannya perpustakaan bakal lebih disiapkan untuk menerapkan skema berbasis inklusi sosial. Literasi bukan hanya sekedar pandai baca tulis dan hitung atau menjadi media edukasi. Tapi juga berimplikasi terhadap kesempatan berusaha yang bisa dikomersilkan.

“Mereka kita arahkan untuk menstandarkan kualitas penyelenggaraan perpustakaan yang mengacu kepada Standar Nasional Perpustakaan. Pemacunya ialah melalui lomba ini tadi, diharapkan mampu meningkatkan mutu dan intensitas layanan perpustakaan bagi masyarakat dan pemustaka (pengguna perpustakaan, red),” tandasnya.