Perang Rusia-Ukraina Bisa Pengaruhi APBN Indonesia

Anggota Komisi VII DPR RI, Mukhtarudin. (Istimewa/net)
Anggota Komisi VII DPR RI, Mukhtarudin. (Istimewa/net)

Perang antara Rusia dan Ukraina diyakini akan turut berimbas kepada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Indonesia.


Anggota Komisi VII DPR RI, Mukhtarudin mengatakan, perang Rusia-Ukraina akan membuat harga minyak dunia dan beberapa komoditi migas lain naik.

Harga minyak mentah acuan dunia melonjak lebih dari 8 persen pada perdagangan Kamis (17/3) waktu AS. Pasar minyak bangkit usai lesu beberapa hari terakhir, ditopang oleh pelemahan stok dalam beberapa pekan ke depan akibat sanksi terhadap Rusia.

"Melonjaknya harga minyak dunia tersebut bisa memicu tekanan terhadap APBN dan anggaran negara, khususnya terkait subsidi energi dan nilai kompensasi produk penugasan (JBKP)," kata Mukhtarudin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/3).

Mukhtarudin melanjutkan, Indonesia merupakan net importir BBM. Maka, secara konsolidasi kenaikan harga minyak tidak terlalu memberikan keuntungan secara bisnis hilir.

"Jadi kondisi kenaikan harga minyak dunia bersamaan dengan program pemulihan ekonomi negara, sehingga terjadi kenaikan demand yang cukup signifikan," lanjut politisi Golkar ini.

Di sisi lain, anggota Banggar DPR RI ini menilai kebijakan kenaikan harga BBM belum memungkinkan dilakukan mengingatkan daya beli masyarakat masih rendah.

"Ditambah lagi dengan naiknya harga-harga komoditas pangan, pasti akan sangat memberatkan masyarakat jika harga BBM dinaikan," kata Mukhtarudin.

Kendati demikian, Mukhtarudin mendorong pemerintah lebih memastikan penugasan BBM PSO dan JBKP ke PT Pertamina tidak menimbulkan kerugian bagi pertamina dan mengevaluasi besaran nilai subsidi dan kompensasi.

"Pemerintah juga perlu mempercepat pembayaran piutang subsidi dan kompensasi periode sebelumnya untuk perbaikan cashflow Pertamina," tutupnya.