Dua daerah dari tujuh kabupaten yang menggelar Pilkada serentak di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) rawan konflik. Dua kabupaten tersebut yakni Kabupaten Muratara dan Ogan Ilir yang saat ini mulai memanas.
- Polda Sumsel Kerahkan 1.649 Personel Jaga PSU Empat Lawang
- AKBP Rendy Surya Aditama Resmi Jabat Kapolres Muratara
- Berkas Ditolak KPU, Elin Septiani Gagal Ikuti PSU Pilkada Pesawaran
Baca Juga
Hal tersebut diungkap Ketua KPU Sumsel, Kelly Mariana, usai menjadi pembicara pada acara diskusi politik perspectif pilkada serentak 2020 menyongsong pemilu serentak 2024, di Baturaja.
Menurut Kelly, mulai memanasnya suhu politik di dua kabupaten tersebut, pasca adanya gugatan dan lain sebagainya. Sehingga dua kabupaten tersebut rawan terjadi konflik.
Namun demikian, menurut Kelly, hal itu sudah menjadi dinamika dalam proses pilkada serentak.
KPU sendiri kata dia, akan tetap berkoordinasi dengan pihak keamanan dalam hal ini aparat kepolisian, sehingga pilkada dapat berlangsung aman hingga pemilihan 9 desember mendatang.
Terkait dengan gugatan ke Mahkamah Agung oleh paslon bupati Ogan Ilir, kata Kelly, hal itu sah dan memang sudah diatur dalam PKPU dan regulasi lainnya.
“Undang-undang telah memberikan ruang pada setiap paslon untuk menggugat di peradilan manapun. Dan jika seandainya nanti keputusan sebelumnya dibatalkan, maka KPU akan mengembalikan hak-hak paslon tersebut,” demikian Kelly.
- Tertunduk Lesu, Kejaksaan Lubuklinggau Resmi Tahan Kades Lubuk Mas Muratara
- Pemerintah Muratara Sosialisasikan Program Genting untuk Tekan Angka Stunting
- Muratara Meroket ke Peringkat 9 STQH Sumsel, Naik Enam Posisi