Jumlah tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL) di Kabupaten Lebong, masih sangat kurang. Itupun setelah, beberapa tenaga penyuluh di daerah itu memasuki batas usia pensiun.
- Harga Cabai di Empat Lawang Tembus 120 Ribu Per Kilogram, Pedagang Pasrah
- Kecanduan Judi Slot, Bikin Sopir di Musi Rawas Nekat Gelapkan Uang Penjualan Ayam
- Janda dan Pemuda Pengangguran di Lubuklinggau Tertangkap Edarkan Sabu
Baca Juga
Padahal, satu desa satu penyuluh sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, yaitu pada Pasal 46 ayat 4 yang menegaskan bahwa penyediaan penyuluh paling sedikit satu penyuluh dalam satu desa.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) Kabupaten Lebong, Hedi Parindo mengatakan, bahwa kehadiran para penyuluh dalam menyukseskan program Musim Tanam Kedua (MT2) sangat penting.
"Penyuluh kita selalu siaga. Namun, tahun depan kita akan usulkan penambahan. Karena tahun ini ada beberapa penyuluh kita yang pensiun," ujarnya, kemarin (4/11).
Menurutnya, masih kurangnya petugas PPL tersebut terjadi karena banyaknya tenaga penyuluh yang pensiun, sementara belum ada penggantinya. Untuk itu, pihaknya mengusulkan adanya penambahan PPL ke pemerintah daerah.
"Rata-rata penyuluh kita sudah masuk batas usia pensiun. Makanya kita usulkan penambahan tahun depan," kata Hedi.
Dia berharap, adanya rekrutmen tenaga penyuluh guna memenuhi kekurangan PPL tersebut. Baik itu melalui Tenaga Harian Lepas Terdaftar (THLT) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
"Makanya, kita harapkan nanti bisa dipenuhi di kuota THLT," demikian Hedi.
- Breaking News: Bengkulu Diguncang Gempa Magnitudo 6,4
- Bukan Hanya Bank Bengkulu, Samsat Ternyata Juga Dipalak Rohidin Mersyah
- Buron 4 Tahun, Pelaku Begal Mobil Ambulans di Bengkulu Diringkus Polisi