Buka Pameran dan Kontes Bonsai Nasional, Bupati Heri Amalindo Bangga 11 Provinsi Datang ke PALI

Bupati PALI, Dr Ir H Heri Amalindo MM saat melihat langsung bonsai yang mengikuti kontes. (Eko Jurianto/rmolsumsel.id)
Bupati PALI, Dr Ir H Heri Amalindo MM saat melihat langsung bonsai yang mengikuti kontes. (Eko Jurianto/rmolsumsel.id)

Meskipun masih tergolong baru, namun Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sudah mampu menjadi tuan rumah pameran dan kontes bonsai tingkat nasional, yang digelar sejak 21 hingga 28 Agustus 2022 di lapangan Gelora Pendopo, Kecamatan Talang Ubi.


Pameran dan kontes tanaman bonsai diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI melalui Dinas Pertanian yang bekerja sama dengan Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI).

Bupati PALI, Dr Ir H Heri Amalindo MM dan jajaran saat melakukan pemotongan pita sebagai penanda dibukanya pameran dan kontes bonsai nasional di PALI. (Eko Jurianto/rmolsumsel.id)

Kegiatan tersebut diHadiri Bupati PALI, Dr Ir H Heri Amalindo MM yang langsung membuka pameran dan kontes bonsai nasional, Sekda PALI, Kartika Yanti dan Forkopimda serta sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI, pada Kamis (25/8).

Kegiatan ini diikuti peserta dari 11 provinsi yakni Sumatera Selatan sebagai tuan rumah, Jambi, Bengkulu, Lampung, Riau, Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Bali.

Tercatat ada 330 pohon bonsai dari berbagai kelas mengikuti pameran dan kontes bonsai yang baru pertama kali digelar di Kabupaten PALI, sehingga mengundang anstusias masyarakat.

Bupati PALI, DR Ir H Her Amalindo MM mengaku, ia merasa bangga menjadi tuan rumah pameran dan kontes bonsai tingkat nasional. Apalagi hobi bonsai merupakan hobi tingkat tinggi yang memerlukan modal, waktu dan kesabaran.

"Kami merasa bangga terselenggaranya kegiatan ini di PALI. Butuh modal besar untuk biaya perawatan dan butuh kesabaran yang tinggi. Tidak mudah membuat pohon bonsai perlu ketelatenan dalam menanam dan merawatnya. Tidak cukup waktu setahun dua tahun menjadikan bonsai," katanya.

Bupati PALI mengatakan, sebagai daerah baru tentu masih banyak kekurangan disana-sini, sehingga ia meminta maaf jika belum bisa memberikan pelayanan maksismal.

"Kepada peserta dari 11 provinsi kami meminta maaf karena daerah kami masih baru, masih banyak kekurangan disana-sini. Tapi, berkat kerjasama panitia, pameran dan kontes ini bisa terlaksana," ucapnya.

Heri Amalindo juga berpesan kepada seluruh masyarakat PALI agar menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung.

"Tamu adalah raja, perlakukan dengan ramah agar selesai acara ini menjadikan kesan baik bagi seluruh tamu yang datang ke PALI. Bagi seluruh peserta juga kami harap datang dan pulang bisa  selamat dan tetap sehat," pesannya.

Bupati PALI, Dr Ir H Heri Amalindo MM berfoto bersama dalam pameran dan kontes bonsai nasional di PALI. (Eko Jurianto/rmolsumsel.id)

Sementara, Ketua PPBI Kabupaten PALI, H Makki mengatakan, ada 330 pohon bonsai yang mengikut pada pameran dan merupakan perwakilan dari 50 hingga 55 cabang PPBI dari berbagai daerah, yang ada di 11 provinsi.

"Kabupaten PALI yang dipercaya Provinsi Sumatera Selatan sebagai tuan rumah ini, diikuti peserta dari berbagai daerah seperti, Provinsi Lampung, Jakarta, Banten, Bengkulu, Jambi, Riau, Jawa Barat dan Bali," ujar H Makki.

Ia menerangkan, pada kontes bonsai di Kabupaten PALI ada beberapa tingkat yang ikuti, dari tingkat prospek, pratamandan madya.

"Untuk unsur penilaian ada empat yakni, penampilan secara umum. Lalu karakter dari bonsai itu sendiri. Kemudian, kematangan dan konsep dasar," katanya.

Ia menjelaskan, PPBI PALI merupakan organisasi pecinta bonsai termuda di Sumatera Selatan tepatnya baru sekitar 10 bulan berdiri, namun pihaknya bertekad mensukseskan kegiatan ini tersebut.

"Saat ini pameran dan kontes dibPALI masih ditingkat Madya, tapi tahun depan kami bertekada naik tingkat menjadi utama bahkan tingkat bintang," tekadnya.

Perwakilan PPBI Pusat, M Rusmayadi menyampaikan selamat atas terselenggaranya pameran dan kontes bonsai di Kabupaten PALI.

"Kami berharap kedepan menjadi agenda tahunan seperti di cabang-cabang daerah lain dan menjadi acuan serta penyemangat bagi penggemar bonsai baru," pungkasnya.