Dorongan agar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dikeluarkan dari kabinet telah membuat Partai Nasdem geram. Apalagi tidak ada kesalahan mendasar dari kementerian tersebut.
- Tak Hanya di Jakarta, Ketum Braja Eki Pitung Tuntut Izin Gerai Holywings se-Indonesia Dicabut
- Gibran Tarik Masker Anggota Paspampres yang Hendak Minta Maaf ke Warga Solo
- Puan Akan Kunjungan Politik ke AHY, Ini Respons Partai Demokrat
Baca Juga
Politisi Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago salah satu yang kesal dengan dorongan itu. Menurutnya, dorongan tersebut didasarkan pada data yang salah tentang impor beras. Sebab impor tersebut bukan keinginan dari Mentan, malainkan dari Mendag dan Bulog yang tidak bisa menyerap gabah petani.
“Faktanya gabah petani cukup kan? Masalahnya Bulog yang tidak mampu menyerap gabah petani Terus yang ingin impor kan Mendag? Kok dibolak-balik ya informasinya,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (20/1).
Irma Suryani menjelaskan bahwa seorang menteri bisa saja dirombak jika kesalahan yang dilakukan sudah teramat besar. Misalnya seperti melakukan korupsi sebagaimana terjadi di Kementerian Sosial saat pandemi lalu.
“Yang fatal itu adalah menteri yang mencuri uang rakyat lewat bansos kemudian ditangkap KPK!" tegasnya.
- Skandal Demurrage Rp295 M, Megawati Ingatkan Pemerintah Tidak Andalkan Impor Beras
- Lidyawati Cik Ujang- Akhmad Imam Mahmudi Berbarengan Ambil Formulir Ke PDI Perjuangan, Sinyal Berpasangan?
- Soal Penentuan Nomor Urut, PAN Palembang Tunggu Putusan MK