Ribuan Umat Muslim Ramaikan Rangkaian Ziarah Kubra

Ketua Pelaksana Ziarah Kubro, Habib Abdulrrahman (ist/RMOLSumsel.id)
Ketua Pelaksana Ziarah Kubro, Habib Abdulrrahman (ist/RMOLSumsel.id)

Ribuan umat muslim antusias meramaikan rangkaian ziarah kubra di kota Palembang yang berlangsung mulai hari ini, Jumat (1/3) hingga Minggu (3/3).


Ketua Pelaksana Ziarah Kubro, Habib Abdulrrahman memperkirakan, jumlah masyarakat yang datang pada kegiatan ini mencapai 30.000 orang.

“Setiap hari jumlahnya bertambah terutama pada Ahad (Minggu), diperkirakan 30.000 peserta yang datang untuk mengikuti ziarah kubro,” kata  Ketua Pelaksana Ziarah Kubro Habib Abdulrrahman bin Hasan Alhabsy.

Dia mengatakan peserta ziarah itu tidak hanya dari Indonesia saja tetapi, juga dari mancanegara.

 “Peserta tidak hanya dari Kota Palembang dan pulau Jawa, tetapi juga dari Yaman dan Arab Saudi. Kalau dari pulau Jawa mereka sudah memberikan konfirmasi untuk datang,” katanya.

Lebih lanjut Habib Abdulrrahman menjelaskan, tradisi masyarakat Palembang itu selalu dilakukan pada akhir Syaban atau menjelang bulan puasa.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengingat bahwa bagaimana para ulama dan kesultanan Palembang bersatu padu berjuang dalam menegakkan syariat nabi Muhammad," katanya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat yang mengikuti ziarah kubro ini di setiap tahun sangat tinggi dan terus meningkat jumlahnya.

“Alhamdulilah, kami mendapat dukungan dari Pemerintah Kota, Pemerintah Provinsi, TNI/Polri, dan support dari Pemerintah ini sangatlah luar biasa,” katanya.

Dia menjelaskan rangkaian kegiatan sendiri dimulai berziarah di Gubah Al-Habib Ahmad bin Syech Shahab di Jalan Dr. M. Isa Lr. Gubah 8 Ilir Palembang, Jumat (1/3) pagi. 

Dimana, ribuan orang berjalan kaki menuju Gubah Al-Habib Ahmad bin Syech Shahab dari titik kumpul di Masjid yang ada di kawasan Kuto Palembang, dengan pengamanan dari pihak kepolisian. 

Peserta ziarah itu tidak hanya dari Indonesia saja tetapi juga dari mancanegara seperti Yaman dan Arab Saudi. 

Rangkaian acara tahun ini diawali dari hari Jumat, 1 Maret 2024 dengan berziarah di Gubah Al-Habib Ahmad bin Syech Shahab di Jalan Dr. M. Isa Lr. Gubah 8 Ilir, sedangkan di sore harinya diadakan Haul Al-Habib Ahmad bin Abdullah Al Habsyi, di Pondok Pesantren Ar-Riyadh 13 Ulu.

Keesokan harinya, Sabtu pagi, 2 Maret 2024, berziarah ke pemakaman Auliya  dan Habaib Telaga Sewidak di Jalan K.H.A. Azhari 14 Ulu serta Pemakaman Babus  Salam As-Seggaf di Jalan DI Panjaitan 16 Ulu, sedangkan Sabtu Malam dilaksanakan  Haul Al-Imam Abdurrahman As-Seggaf di Kampung Sejarah Al-Munawwar 13 Ulu.

Adapun Puncak Acara Ziarah Kubra dilaksanakan pada Minggu (3/3) pagi.

Kegiatan  diawali dengan Haul Al-Habib Abdullah bin Idrus Shahab dan Al-Habib  Abdurrahman bin Ahmad Al-Bin Hamid di Perkampungan Sejarah Sungai Bayas Pasar Kuto 8 Ilir sebagai titik kumpul jamaah peziarah.

Dilanjutkan pukul 08.30 WIB dengan melakukan kirab / long march dari tempat tersebut menuju ke Pemakaman Al-Habib Pangeran Syarif Ali Syeikh Abubakar di Jl. Slamet Riady Lr. Manggar 5 Ilir, dan ke  Pemakaman Kesultanan Palembang Darussalam di Kawah Tengkurep 3 Ilir.

Terakhir, berziarah di Pemakaman Auliya’ dan Habaib Kambang Koci yang terletak di Terminal Peti Kemas Boom Baru 5 Ilir Palembang sebagai puncak acara dan penutup rangkaian ziarah kubra.

Selain itu Kirab / long march peziarah disemarakkan dengan tetabuhan rebana, hajir  marawis serta pembacaan shalawat dan qasidah, juga dengan membawa umbul-umbul  yang bertuliskan kalimat tauhid, asmaul husna, asmaun nabi dan panji tawassul. 

Dan khusus pada acara puncak, diadakan juga pembacaan Maulid serta ceramah agama yang disampaikan oleh para ulama yang datang dari luar kota dan luar negeri. Setelahnya, acara pun ditutup dengan jamuan santap siang bersama dengan menu khas nasi kebuli  berlauk daging kambing.

Selesai acara tersebut,di sore harinya, khusus para tamu dari luar kota dan luar negeri diajak berwisata bahari dengan menumpangi kapal pesiar KM. Putri KembangDadar, sekaligus singgah dan berziarah di makam wali Allah di Pulau Kemaro dan Makam Kyai Muara Ogan Kertapati.