Sumsel kini bersiap untuk menjadi tuan rumah terbaik dalam gelaran Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) VI. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menyiapkan kepanitian berdasarkan pengalaman.
- Indonesia Kantongi 2 Emas dan 1 Perak di Hari Pertama Menembak SEA Games XXXI
- Semifinal Thomas Cup 2022: Indonesia Pertahankan Line Up, Jepang Istirahatkan Kenta Nishimoto
- Inilah Catatan Rekor Pertemuan Indonesia Vs Filipina di SEA Games
Baca Juga
Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Sumsel, Samantha Tivani mengalami saat ini gelaran FORNAS VI di Sumsel tinggal menghitung bulan. Karena itu persiapan harus maksimal untuk mencapai target menjadi tuan rumah terbaik pada gelaran FORNAS.
"Kita mempunyai target sebagai tuan rumah, Sumsel menjadi tuan rumah penyelenggara terbaik dari FORNAS sebelum-sebelumnya," kata Sasha, panggilan akrab Ketua Kormi seusai pelantikan Pengprov Ikatan Olahraga Dancersport Indonesia (IODI) Sumsel, Senin (17/1).
Persiapan yang dilakukan yakni pemilihan kepengurusan panitia pelaksana dan susunan acara. Kepanitiaan pelaksana nantinya akan ditentukan berdasarkan pengalaman mulai wasit, juri, dan lain-lainnya. Sehingga gelaran ini dapat berjalan secara maksimal. FORNAS VI ini rencananya akan digelar pada bulan Juni hingga Juli tahun 2022. Dia berharap nantinya penyelenggaraan ini berjalan sukses dengan prestasi yang baik.
"Kami ingin selain jajaran kepanitiaan, para atlet dari tiap cabor (cabang olahraga) juga mempersiapkan diri dengan maksimal serta keseriusan untuk membawa pulang medali emas," harapnya
Sementara itu, Ketua Kormi Kota Palembang, Zulfikar Muharrami mengatakan pihaknya siap mendukung persiapan untuk gelaran FORNAS VI tersebut. Meskipun tuan rumah sebenarnya Kormi Sumsel.
"Kami Kormi Palembang sebagai tim support yang siap membantu persiapan-persiapan FORNAS VI ini," katanya.
Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan atlet-atlet yang ingin dipertandingkan di kejuaraan bergengsi nasional tersebut. Menurutnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar atlet tersebut bisa mengikuti cabang olahraga tersebut, salah satunya mendapatkan rekomendasi dari induk organisasi cabor tersebut.
"Syarat lainnya adalah induk organisasi tersebut harus menyelenggarakan turnamen internal guna menyaring atlet-atlet sehingga bisa mendapatkan rekomendasi," pungkasnya.
- Pulangkan 8 Pemain, Ini 22 Pemain Tim U19 yang Dibawa ke Toulon Cup 2022
- Target Meleset, PBESI Dirikan Akademi untuk Capai Prestasi Lebih Baik
- Jelang FIFA Match Day Lawan Bangladesh, Shin Tae-yong Panggil 29 Pemain