Ditangkap Polisi Atas Dugaan Penistaan Agama, Ini Pasal yang Menjerat YouTuber Muhammad Kace

Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri mengawal YouTuber Muhammad Kace yang ditangkap di Bali untuk dibawa ke Jakarta. (Humas Polri/rmolsumsel.id)
Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri mengawal YouTuber Muhammad Kace yang ditangkap di Bali untuk dibawa ke Jakarta. (Humas Polri/rmolsumsel.id)

Dinilai bikin gaduh dengan beberapa postingannya di media sosial, YouTuber Muhammad Kace ditangkap polisi. Penangkapan dipimpin langsung Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri di wilayah Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, Selasa (24/8).


Pada beberapa konten yang dipostingnya, Muhammad Kace diduga telah melakukan penistaan agama. Selanjutnya Muhammad Kace langsung dibawa ke Bareskrim Polri untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Brigjen Asep Edi Suheri mengatakan, sejak awal kasus ini langsung menjadi atensi. Muhammad Kace dilaporkan sejumlah pihak karena konten-konten video kontroversial yang diunggahnya di YouTube bersinggungan dengan SARA.

“Dengan cara menyebarkan konten bermuatan SARA terhadap umat muslim melalui Media YouTube Channel Muhammad Kace,” kata Asep, Rabu (25/8).

Ucapan Muhammad Kace dalam sejumlah video di YouTube dinilai telah menistakan agama. Akibat perbuatannya, Muhammad Kace terjerat UU ITE.

“Tersangka dijerat Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 156 dan/atau Pasal 156 huruf a KUHPidana,” jelas Brigjen Asep.