Bencana Ekologis dan Krisis Iklim Dunia Didorong Masuk Tema Debat Cawapres

Banjir yang melanda Kecamatan Benakat, Muara Enim, Sumatera Selatan. (ist/rmolsumsel.id)
Banjir yang melanda Kecamatan Benakat, Muara Enim, Sumatera Selatan. (ist/rmolsumsel.id)

Isu bencana ekologis dan krisis iklim di dunia, terutama di Indonesia harus menjadi salah satu tema debat keempat Pilpres 2024 yang akan digelar di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta pada Minggu (21/1).


Manager Kampanye Hutan dan Kebun Walhi Nasional Uli Arta Siagian mengatakan, krisis iklim menjadi satu pembicaraan skala internasional. Sebabnya banyak tanda krisis iklim yang terjadi, termasuk di Indonesia dalam bentuk yang bervariasi.

“Di Indonesia sendiri misalnya, fakta yang enggak bisa dibantahkan itu adalah bencana hidrometeorologis yang setidaknya dalam 8 tahun terakhir terus meningkat. Nah, kalau BMKG menyebut bencana hidrometeorologis kalau Walhi memakai bencana ekologis,” kata Uli ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (18/1).

Uli menerangkan, bencana ekologis merupakan sebuah bencana yang lahir akibat akumulasi tindakan eksploitatif terhadap sumber-sumber kehidupan.

Menurutnya, tiga kandidat cawapres perlu menyinggung tema krisis iklim dan bencana ekologis dalam debat agar masyarakat mendapatkan wawasan mengenai cara pemerintah ke depan dalam menangani bencana ekologis.

“Jadi itu harus di-mention dan menjadi bahan atau topik perdebatan. Kita mau lihat sebenarnya apa gagasan ketiga calon untuk melihat iklim dan bencana ekologis,” tutup Uli.