AS Klaim Untung Rp 1.041 Triliiun Dari Bisnis Judi

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Di tengah mundurnya perekonomian Amerika Serikat (AS) akibat inflasi, bisnis kasino komersial di negara itu justru meraup untung sekitar 66,5 miliar dolar atau senilai Rp1.041 triliun sepanjang 2023.


Berdasarkan laporan dari Asosiasi Permainan Amerika (American Gaming Association/ AGA), bisnis tersebut mengalami kenaikan pendapatan hingga 10 persen, sehingga disebut menjadi tahun terbaik bisnis mereka pada 2023 kemarin.

"Dari pengalaman kasino tradisional hingga opsi online, permintaan orang dewasa Amerika terhadap permainan berada pada titik tertinggi sepanjang masa," kata Pimpinan AGA Bill Miller seperti dikutip Associated Press, dikutip Jumat (23/2).

Raupan cuan tersebut diperoleh saat negeri Paman Sam itu mengalami inflasi, meskipun sedikit menurun, namun masih menyebabkan kenaikan biaya bahan pangan dan energi yang memberatkan konsumen.

Tahun lalu, inflasi dinilai mulai mereda dan bank sentral AS tetap mempertahankan suku bunga stabil, yang membuat sedikit konsumen mulai kembali berbelanja.

Namun, krisis belanja sebelum libur akhir tahun tidak menyurutkan para penjudi untuk mengeluarkan uang mereka dengan raupan kasino mencetak rekor 6,2 miliar dolar pada Desember dan 17,4 miliar pada kuartal IV 2023.

"Hasilnya adalah tahun yang memecahkan rekor bagi industri kami," ujarnya.

Menanggapi fenomena tersebut, Direktur Institut Lloyd Levenson Universitas Stockton New Jersey Jane Bokunewicz, yang mempelajari industri perjudian, mengatakan bahwa bisnis perjudian masih dianggap menarik bagi masyarakat AS, khususnya judi olahraga yang masih cukup baru, sehingga terbukti semakin menarik bagi para penjudi.

"Sebagai bentuk hiburan, taruhan olahraga legal mungkin merupakan pengalaman baru dan baru bagi banyak pelanggan, dan dengan biaya masuknya yang relatif rendah, mungkin menarik bagi mereka meskipun anggaran belanja mereka terbatas," terang Bokunewicz.