Andi Taufan Garuda Putra dianggap melanggar prinsip conflict of interest sebagai Staf khusus (Stafsus) Presiden karena memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi.
- Anwar Ibrahim Temui Pimpinan Barisan Nasional, Bentuk Aliansi Baru?
- Hamas Akui Sandera Banyak Warga Israel, Termasuk Petinggi Militer
- Solo Masih Kebanjiran, 4.440 Warga Pilih Mengungsi
Baca Juga
Pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar mengatakan, jika benar Andi Taufan membuat surat dan mencantumkan logo Sekretaris Kabinet yang bertujuan untuk pribadi, maka Andi melanggar prinsip conflict of interest.
"Jika benar, maka oknum yang menggunakannya telah melanggar prinsip conflict of interest,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (15/4).
Bagi Abdul Fickar Hadjar, Andi Taufan telah menggunakan fasilitas jabatan untuk kepentingan perusahaan pribadi, seperti yang tercantum dalam surat yang ditujukan kepada para camat seluruh wilayah di Indonesia.
"Karena di satu sisi kedudukan stafsus sebagai pejabat publik, di sisi lain menggunakan fasilitas jabatannya untuk kepentingan pribadi," jelas Abdul Fickar.
- Elon Musk Tunjuk Linda Yacarino sebagai Kepala Eksekutif Baru Twitter
- Bawa Oleh-oleh Bom, Satu Keluarga Asal Amerika Buat Panik Seisi Bandara
- Diskon Harga Minyak, Rusia Jadi Pemasok Terbesar di China