Tolak Klaim AS, Inggris: Kami Belum Temukan Bukti Virus Corona Dibangun di Laboratorium

Selama berdekade-dekade Inggris menjadi pendukung fanatik Amerika Serikat. Namun tidak demikian halnya saat Negeri Paman Sam dipimpin Presiden Donald Trump. Ketika Trump menuduh China bertanggung jawab atas pandemi Covid-19, Pemerintah Inggris tak mendukungnya.


Inggris mengaku tidak menemukan bukti yang menunjukkan bahwa virus corona baru adalah buatan manusia yang dikonstruksi di laboratorium di Wuhan.

Dikatakan oleh Menteri Kesehatan Matt Hancock dalam sebuah wawancara, pihaknya sudah memeriksa kemungkinan klaim tersebut, tetapi hingga saat ini tidak menemukan bukti.

"Saya mengerti apa maksudnya, tetapi saya belum melihat adanya bukti keterkaitan tersebut," ujar Hancock seperti dilansir CGTN, Sabtu (9/5/2020).

Hancock kemudian ditanya mengenai alasan Presiden Donald Trump sangat mendukug teori tersbeut dan apakah Amerika Serikat berbagi bukti dengan Inggris.

"Kami belum melihat bukti adanya tautan dan jadi tidak ada yang saya lihat yang mengkonfirmasi diskusi, tuduhan itu merujuk pada yang saya tahu beberapa orang bicarakan," ujarnya.

Sementara itu, pada 1 Mei, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa virus corona baru berasal dari alam dan bukan merupakan buatan manusia.

Direktur eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Michael Ryan, mengatakan dalam konferensi pers virtual dari Jenewa bahwa para ilmuwan yang memeriksa urutan genetik virus telah meyakinkan bahwa virus corona baru berasal dari alam.

Bulan lalu, WHO juga mengatakan bahwa semua bukti yang ada telah menyarankan bahwa virus corona baru baru itu berasal dari hewan, dan bukan virus yang dimanipulasi atau dibuat di laboratorium atau di tempat lain.