Hasil investigasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) terkait tragedi meninggalnya ratusan orang usai pertandingan Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, akan diserahkan ke Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat ini.
- Soal Praperadilan Wamenkumham, Pengamat: Mungkin Keterangan Saksi Kurang
- 10 Tersangka Korupsi Tukin Kementerian ESDM Dicegah ke Luar Negeri
- Amankan Perhelatan PON, Polda Sumsel Kirim 100 Personel Satbrimob ke Papua
Baca Juga
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (12/10).
"Kami dari TGIPF siap menyampaikan laporan pada hari Jumat, besok lusa," ujar Mahfud dikutip melalui keterangan tertulis yang dikutip dari setkab.go.id.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengatakan, Jokowi telah memeritahkan TGIPF untuk menaruh perhatian serius dalam pengusutan tragedi Kanjuruhan ini.
Sebab, berdasarkan catatan pemerintah terdapat 132 orang yang meninggal dunia akibat kejadian yang di dalamnya ada upaya pengamanan dari aparat terhadap supporter klub Arema yang masuk lapangan dengan cara menembakkan gas air mata.
"Tadi ditanya oleh Presiden, karena beliau sangat serius masalah kasus tragedi Kanjuruhan, sepak bola di Malang. ‘Bagaimana hasil temuan TGIPF? Saya menunggu,’ kata presiden, karena akan segera menentukan langkah-langkah bersama FIFA yang akan berkunjung ke sini pekan depan tim pendahuluannya," katanya.
Namun, Mahfud memastikan bahwa hasil investigasi yang dilakukan TGIPF ini sudah dilengkapi dengan berbagai bukti yang menunjukkan kejadian sebelumnya.
"Sekarang semua bahan sudah dimiliki oleh TGPIF dan tinggal restructure sistematika dan mempertajam rekomendasinya," demikian Mahfud.
- Roy Suryo Dkk Panen Dukungan Warganet: Terus Berjuang untuk Kebenaran
- Didukung saat Pilpres, Ganjar-Mahfud Kehilangan Bunda Iffet
- Jokowi Lakukan Serangan Balik di Tengah Polemik Ijazah