Jurubicara pemerintah untuk penanganan virus corona atau Covid-19 Achmad Yurianto, memberikan warning kepada masyarakat untuk tidak menimbun obat untuk penyembuhan pasien corona.
Obat yang dimaksudkan Achmad Yurianto adalah yang disebutkan oleh Presiden Joko Widodo, yakni klorokuin.
- Kinerja Pendapatan Negara Melonjak Hingga 37,7 Persen
- Mulai Besok, BCA Tutup Rekening Nasabah yang Saldonya Nol Rupiah
- PLN Bengkulu Jalin Sinergi dengan Ombudsman untuk Tingkatkan Layanan Publik
Baca Juga
"Sekali lagi, klorokuin obat yang digunakan untuk penyembuhan, bukan untuk pencegahan. Oleh karena itu tidak perlu masyarakat membeli klorokuin dan menyimpannya" kata Achmad Yurianto saat di Gedug Graha BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (21/3).
Lebih lanjut, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan ini menyatakan, klorokuin tidak bisa sembarangan di konsumsi. Atau dengan kata lain, obat untuk malaria ini bisa dibeli dengan menggunakan resep dokter.
"Ingat, klorokuin obat keras yang bisa dibeli hanya menggunakan resep dokter," tegasnya. Oleh karena itu, Achmad Yurianto berharap masyarakat tidak salah persepsi atas penggunaan klorokuin ini.
"Jangan menganggap bahwa klorokuin adalah obat untuk mencegah infeksi Covid-19. Jadi masyarakat tidak perlu berbondong-bondong membeli dan menyimpannya di rumah," jelasnya. Adapun untuk rencana stok klorokuin yang disediakan pemerintah, disampaikan Achmad Yurianto, akan didatangkan dari luar negeri mulai Minggu (22/3) besok.
- Smartfren Luncurkan Paket Unlimited Suka-Suka, Pilihan Fleksibel dan Terjangkau untuk Semua Kalangan
- Isi DK OJK 2022-2027, Menkeu Undang Putra Putri Terbaik Mendaftar
- Konsumsi Mi Instan Meningkat, Impor Gandum Tembus Rp57,26 Triliun