Walhi dan Warga Demo Tuntut Penyelesaian Kasus Penyerobotan Lahan Warga

Masa gabungan Walhi Sumsel dan warga mendatangi Kantor ATR/BPN Sumsel/Foto: Dudi Oskandar
Masa gabungan Walhi Sumsel dan warga mendatangi Kantor ATR/BPN Sumsel/Foto: Dudi Oskandar

Walhi Sumatera Selatan bersama ratusan warga dari 9 desa di Sumsel berunjuk rasa di depan Kantor ATR/BPN Sumsel, Rabu (28/9).


Kedatangan massa tersebut penuntasan kasus sengketa lahan dan penyerobotan dimana warga 9 desa ini telah menjadi korban dan kasusnya terkatung katung hingga ini. 

Dari pantauan, massa sempat berorasi di depan kantor Kanwil ATR/BPN  Sumsel sebelum diterima pihak Kanwil ATR/BPN Sumsel  melalui Saidah selaku Kasi Sengketa Tanah.

Setelah melakukan dialog tertutup dengan perwakilan massa aksi, Saidah mengaku akan mengkoordinasikan permasalahan ini dengan pihak terkait.

Direktur Eksekutif Walhi Sumsel, Yulisman SH mengatakan, demo ini dalam rangka memperingati hari tani nasional dengan tema Reforma Agraria Sejati Untuk Kedaulatan Pangan dan  Energi.

"Kita mendesak pihak ATR/BPN dan Gubernur Sumsel untuk menyelesaikan  kasus  penyerobotaan   lahan oleh pihak perusahaan diantaranya di Desa Nusantara, Lebung Hitam, dituntaskan karena sudah bertahun tahun tidak pernah selesai," katanya.

Setelah dari ATR/BPN Sumsel pihaknya melanjutkan demo dikantor Gubernur Sumsel karena ada kewenangan Gubernur Sumsel dalan permasalahan ini dan pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

"Kami akan kawal terus kasus ini sampai tuntas," tegasnya.

Seperti diketahui, warga dari 9 Desa yang ada di Sumsel yang melakukan aksi tersebut dari Desa Jerambah , Desa Rengas,  Desa Lebung Hitam, Desa Tulung, Desa  Seluang, Desa Menang Raya, Desa Nusantara, Desa Belanti Sedang, Desa Muara Megang dan Desa Cawang.