Viral, Seorang Anak Termangu Didepan Jasad Sang Ayah di Pondok Tak Layak Huni

Tangkapan layar media sosial @Banyuasinterkini.com.. (Istimewa/net)
Tangkapan layar media sosial @Banyuasinterkini.com.. (Istimewa/net)

Sebuah video mendadak viral beberapa waktu lalu. Pasalnya, seorang anak tengah termangu dihadapan jasad sang ayah di sebuah pondok yang tak layak huni.


Video tersebut diketahui terjadi di Desa Gilirang, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

Dalam video tersebut, terlihat seorang anak hanya termangu sedih karena sang ayah meninggal dunia di sebuah pondok yang hanya berdinding papan bolong dan beratap daun nipah.

Saat dikonfirmasi, Camat Muara Sugihan Banyuasin, Welli Ardiansyah mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (7/4) lalu. Dimana, remaja itu bernama Dedek (17) yang tengah menangis, sedangkan sang ayah bernama Andi Arsyad (70). Saat itu, sang anak sedih dan menyesal tidak mau tinggal bersama ayahnya di pondok tersebut.

"Mereka ini merupakan warga dari Lampung Timur," katanya, Selasa (12/4).

Mereka kerap datang ke Desa Gilirang untuk mengadu nasib. Bahkan, sudah berulang kali warga, kepala desa, dan perangkat desa setempat memberikan mereka akomodasi untuk pulang ke kampung halaman mereka di Lampung. Namun, mereka tetap kembali ke Desa Gilirang.

"Andi sendiri merupakan pengangguran, sedangkan anaknya Dedek bekerja sebagai pemanjat kelapa," ujarnya.

Dikarenakan mereka tidak memiliki tempat tinggal, warga pun berinisiatif untuk membuatkan pondok dengan sumbangan sukarela. Setelah dibuatkan pondok oleh warga, sang anak tidak mau tinggal bersama ayahnya di pondok tersebut. Hingga pada Kamis pagi (7/4) sang ayah Andi Arsyad menghembuskan napas terakhirnya dipondok tersebut.

"Kabar wafatnya sang ayah ini pertama kali diketahui putranya tersebut, yang kebetulan ingin melihat ayahnya, tetapi sang ayah sudah meninggal dunia," ujarnya.

Karena panik, Dedek langsung meminta pertolongan warga di Desa Gilirang dan kepala desa, perangkat hingga warga secara bersama-sama menguburkan Andi Arsyad di pemakaman umum Desa Gilirang dan dilanjutkan dengan takziah di rumah warga.

"Demikian informasi yang bisa saya sampaikan dengan sebenar-benarnya agar tidak ada yang salah persepsi dimasyarakat tentang kematian pak Andi Arsyad tersebut," pungkasnya.