Vietnam Disingkirkan Thailand di Semifinal, Park Hang-seo Pelit Komentar

Penyerang Vietnam Ha Duc Chinch dijegal kiper Thailand Chatchai Budprom pada leg kedua semifinal Piala AFF Suzuki 2020 di National Stadium, Singapura, Minggu malam (26/12). (AFF Suzuki Cup 2020/rmolsumsel.id)
Penyerang Vietnam Ha Duc Chinch dijegal kiper Thailand Chatchai Budprom pada leg kedua semifinal Piala AFF Suzuki 2020 di National Stadium, Singapura, Minggu malam (26/12). (AFF Suzuki Cup 2020/rmolsumsel.id)

Juara bertahan Piala AFF, Vietnam harus tersingkir di babak semifinal dari Thailand dengan agregat 0-2. Tak menduga hasil tersebut, pelatih Vietnam, Park Hang-seo mendadak pelit komentar.


Leg kedua semifinal yang berlangsung Minggu malam (26/12) berakhir 0-0. Hasil itu menguntungkan Thailand karena di leg pertama unggul 2-0.

Kampanye Vietnam untuk mempertahankan gelar harus berakhir. Park Hang-seo yang baru saja diperpanjang kontraknya oleh Vietnam Football Federation (VFF) hingga 31 Januari 2023 itu, enggan berkomentar banyak mengenai sesumbarnya bahwa Vietnam tetap menjadi negara terkuat di Asia Tenggara.  

Pelatih Vietnam Park Hang-seo. (AFF Suzuki Cup 2020/rmolsumsel.id)

“Saya tidak memiliki penilaian untuk itu, tetapi saya yakin bahwa kami dapat bersaing dengan semua tim di wilayah ini. Saya tidak tahu apa rencananya untuk masa depan, saya membutuhkan lebih banyak waktu, tetapi sederhana saja kami kalah dan kami harus menerimanya. Aku tidak punya komentar lagi untuk diucapkan,” katanya pada sesi post match press conference di National Stadium, Singapura, Minggu malam (26/12).

Vietnam yang berusaha mengejar defisit 2 gol disulitkan dengan performa bertahan yang impresif yang diterapkan Thailand.

“Saya sangat bangga dengan upaya yang dilakukan para pemain saat bertahan, terutama di babak kedua, itu adalah penampilan yang luar biasa,” ujar pelatih Thailand, Alexandre Polking.

Menurut Polking, laga leg kedua ini pemainnya menunjukkan semangat tim yang luar biasa. Teerasil Dangda dkk bahu membahu berdiri bersama dan menangani tekanan dari Vietnam.

“Saya tidak pernah berpikir saya akan mengatakan bahwa saya sangat bangga dengan upaya defensif dan tentu saja kami harus lebih baik dengan bola. Tetapi itu adalah masterclass dalam bertahan,” puji pelatih berpaspor Brazil itu.