Usai Antar Anak Sekolah, Rudiharto Bacok Umar di Depan SD

Tersangka pembacokan saat ditangkap oleh Ditreskrimum Polda Sumsel. (Istimewa/rmolsumsel.id)
Tersangka pembacokan saat ditangkap oleh Ditreskrimum Polda Sumsel. (Istimewa/rmolsumsel.id)

Pelarian Rudiharto, 43, kini berakhir usai ditangkap oleh Subdit 3 Gabungan unit 1 dan 4 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel di Kawasan Sako Palembang, Kamis (7/10).


Rudi yang merupakan pelaku pembacokan terhadap Umar, 47, di Jalan Hokky Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang tepatnya di depan SD Negeri 23 ini terpaksa dihadiah timah panas. Lantaran, mencoba untuk kabur saat akan ditangkap.

Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol CS Panjaitan mengatakan motif pelaku melakukan pembacokan terhadap korban ini dilatarbelakangai oleh dendam asmara. Antara, pelaku dengan anak korban karena telah membawa lari istri pelaku.

“Pelaku ini memang sudah niat untuk menyerang anak pelaku bahkan pelaku juga selalu membawa senjata tajam jenis celurit kemana pun pergi,” katanya.

Tapi, dikarenakan pelaku tidak pernah bertemu dengan anak korban. Sehingga, melampiaskannya kepada korban dengan melakukan pembacokan tepat di depan SD.

Pihaknya yang mendapatkan laporan ini langsung bergerak cepat dan melakukan penyelidikan serta melakukan penangkapan terhadap tersangka di Kecamatan Sako, Palembang.

Saat akan ditangkap pelaku mencoba untuk melawan sehingga diberikan tindakan tegas terukur di kaki sebelah kirinya.

“Atas ulahnya tersangka dikenakan pasal 353 KUHP dan atau pasal 351 KUHP,” tutupnya.

Sementara itu, Tersangka Rudiharto mengaku nekat membacok korban lantaran sakit hati dengan anak korban yakni Asep yang telah membawa lari istrinya.

Bahkan, sudah tiga bulan setiap dia keluar selalu membawa celurit yang disimpannya di dalam tas. Untuk mengincar anak korban. Namun, tidak juga bertemu.

“Waktu kejadian aku jugo lagi nganter anak aku sekolah di SD 23 ketemu korban. Aku tau itu bukan Asep tapi bapak nyo, aku bacok dio supayo Asep tau dan bini aku belek,” katanya.

Dia menyadari, akibat membacok korban, ia pun dicari polisi. Bahkan ia sudah berencana untuk menyerahkan diri ke polisi. “Dalam pelarian, saya ke 5 Ulu dan berpindah-pindah. Tapi, masih di wilayah Palembang pak,” pungkasnya.