Tower Telekomunikasi di Palembang Meningkat Jadi 924 Menara

Ilustrasi tower. (Istimewa/rmolsumsel.id)
Ilustrasi tower. (Istimewa/rmolsumsel.id)

Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Palembang mencatat terjadi peningkatan jumlah menara tower di Kota Palembang. Peningkatan tersebut diketahui berdasarkan sinkronisasi data tower yang ada di Kota Palembang.


Sekretaris Diskominfo Palembang, Adi Zahri mengakui jika terjadi peningkatan jumlah tower di Kota Palembang, dari semula 879 tower pada tahun 2020. Kini, menjadi 924 tower. Dia mengaku penambahan tersebut dikarenakan memang tower ini baru dibangun. Namun, ada juga yang memperpanjang. 

"Ini merupakan hasil sinkronisasi antara Diskominfo dan OPD terkait data tower yang ada di Kota Palembang," katanya, Jumat (13/8).

Dia menjelaskan, menara tower ini tentunya dikenakan retribusi dengan menggunakan tarif tunggal yakni sebesar Rp1.997.500 untuk setiap menara. Dia mengaku berdasarkan data tahun 2020. Retribusi tower telekomunikasi ini berhasil melebihi target yakni sekitar Rp1,7 miliar dari target sekitar Rp1,5 miliar meskipun tengah pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah capaiannya berhasil 100 persen bahkan lebih," terangnya.

Di tahun ini pihaknya meningkatkan target yakni mencapai Rp1,65 miliar. Dia optimis mampu mencapai target retribusi tersebut. Dia mengaku capaian baik ini dikarenakan pemilik atau pengelola tower melakukan pembayaran di awal. Hal ini dikarenakan, pihaknya melakukan sistem jemput bola kepada para pemilik dan pengelola tower telekomunikasi ini.

"Kami menggunakan sistem jemput bola sehingga mereka membayar retribusi ini lebih awal sejak pandemi," tutupnya.