Tingkatkan Kesejahteraan Tiga Desa di Muba Lewat Restorasi Lanskap Sembilang

Penanaman bibit pohon yang dilakukan Masyarakat Peduli Restorasi (MPR) di Dusun Pancoran, Desa Muara Merang, Kecamatan Bayung Lencir, Muba. (Istimewa/rmolsumsel.id)
Penanaman bibit pohon yang dilakukan Masyarakat Peduli Restorasi (MPR) di Dusun Pancoran, Desa Muara Merang, Kecamatan Bayung Lencir, Muba. (Istimewa/rmolsumsel.id)

Program restorasi lanskap di Kawasan TN Berbak Sembilang di Musi Banyuasin (Muba), yang dilakukan secara kolaborasi antara Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), APP Sinar Mas, Gerakan Cinta Desa (G-Cinde) dan Pemkab Muba dinilai sangat bermanfaat. Selain, memulihkan kondisi hutan gambut yang pernah terbakar, program tersebut juga dapat meningkatkan kesejahteraan di tiga desa di Muba.


Peningkatan kesejahteraan ini dikarenakan ratusan warga di tiga desa yakni Desa Muara Merang, Desa Telang, dan Desa Pagar Besi yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Restorasi (MPR) dapat terserap dalam program tersebut, hal ini seperti terjadi di Dusun Pancoran Desa Muara Merang, Kecamatan Bayung Lencir, Muba. 

Kepala Bidang (Kabid) MPR Dusun Pancoran, Genro Haryanto mengatakan setidaknya ada 30 orang yang tergabung MPR diberdayakan dalam program tersebut khususnya ibu-ibu. Dimana, mereka melakukan pembibitan tembesu angin di lahan Nursery-Tumbuhan Jenis Lokal yang merupakan kegiatan Restorasi Ekosistem Hutan. Program pembibitan ini telah berjalan sejak 2020 lalu dan telah menghasilkan setidaknya 1.200 an bibit tembesu angin yang dijual ke APP Sinar Mas. 

"Dari penjualan ini masyarakat bisa mengantongi sekitar Rp12 jutaan," katanya, Kamis (30/12).

Di Bulan April 2021, setidaknya 16 ribu bibit pohon untuk restorasi hutan gambut, seperti bibit Jelutung, Meranti, Pulai Pipit, Pinang, Durian dan Tumi. Ribuan bibit tersebut sudah dipesan oleh salah satu perusahaan, yang ditanam di lahan perusahaan sepanjang 9 hektare. “Program pemberdayaan masyarakat di Dusun Pancoran Desa Muara Merang ini, sangat bermanfaat bagi kesejahteraan kepada masyarakat sekitar. Terutama untuk menambah pemasukan perekonomian kaum perempuan di sini,” tutupnya.

Sementara itu, Forest Suistanability Head PT RHM, Bambang Abimanyu mengatakan sebagai mitra APP Sinas Mas, restorasi ekosistem di lanskap sembilang menjadi langkah kombinasi ilmu pengetahuan dan keterlibatan masyarakat. Program Restorasi Lanskap Sembilang dengan sekitar 202.528 hektare, berada di TN Berbak Sembilang dan Suaka Margasatwa Dangku. Dia juga mengaku telah melakukan rehabilitas kawasan hutan lindung sejak tahun 2014 dengan bekerjasama masyarakat Dusun Pancoran Desa Muara Merang.

"Dengan adanya kolaborasi tersebut, menjadi langkah untuk perlindungan dan pengelolaan lanskap bisa secara berkelanjutan,” pungkasnya.