Tiga Lembaga ini Dapat Suntikan PMN Hingga Triliunan

Penandatanganan LoC kepada tiga lembaga penerima PMN. (Istimewa/Kemenkeu)
Penandatanganan LoC kepada tiga lembaga penerima PMN. (Istimewa/Kemenkeu)

Sebanyak tiga lembaga di Indonesia mendapatkan suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) 2021 dan 2022 sebesar Rp92 triliun.


Ketiga lembaga tersebut yakni Lembaga Pengelola Investasi (LPI), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI)

“Seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden di berbagai kesempatan, di dalam kita memberikan PMN atau Pernyataan Modal Negara harus disertai dengan suatu Letter of Commitment dan suatu kontrak kinerja sehingga dari sisi akuntabilitas penggunaan dana negara di instansi-instansi, baik itu korporasi BUMN maupun lembaga pengelola dana abadi, bisa dipertanggungjawabkan, sekaligus untuk meyakinkan kinerja yang akan dicapai dengan PMN yang cukup signifikan itu bisa tercapai,” kata Menkeu dalam penandatanganan LoC di Jakarta, Rabu (30/3).

PMN yang diberikan kepada LPI sebesar Rp60 triliun pada tahun 2021 digunakan untuk meningkatkan iklim investasi dalam negeri. LPDP memperoleh Rp29 triliun pada tahun 2021 digunakan untuk pembiayaan beasiswa bagi penerima talenta berkualitas dan pembiayaan riset. Sementara, LDKPI mendapatkan Rp2 triliun pada tahun 2021 dan Rp1 triliun pada tahun 2022 untuk meningkatkan kerja sama pembangunan internasional.

Menkeu berpesan tiga lembaga yang menandatangani LoC ini harus mampu menunjukkan kepada masyarakat suatu hasil nyata. Tujuannya, agar investasi pemerintah dapat mendorong lebih cepat kemajuan perekonomian Indonesia, memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dalam bentuk penciptaan lapangan kerja, pengungkit kualitas pendidikan, penetrasi pasar luar negeri, serta manfaat-manfaat lainnya yang dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Ceremony pemberian PMN dengan memberikan kontrak kinerja adalah menjadi fondasi, starting bagi kita terus-menerus untuk membangun fondasi hubungan keuangan negara yang baik, dan juga untuk membangun sebuah kultur pengelolaan keuangan negara dan aset negara secara baik juga,” kata Menkeu.

Penandatanganan LoC ini bertujuan agar penerima investasi pemerintah tersebut mampu dan bersedia untuk mengelola investasi pemerintah yang telah diberikan secara optimal dan akuntabel. Harapannya, seluruh lembaga tersebut mampu menjaga tata kelola dengan baik.

“Institusi-institusi yang Anda kelola itu adalah institusi yang strategis, yang mampu untuk memberikan tidak hanya semacam ide, tapi juga konkretisasi dari cita-cita bahwa we can do a good thing in our life for our country, but still kita punya kinerja dari sisi keuangan, dari sisi organisasi yang baik. Semoga apa yang bisa kita lakukan hari ini menjadi salah satu milestone untuk bisa terus memulihkan ekonomi kita dan terus memajukan Indonesia menuju yang kita cita-citakan,” pungkasnya.