Tersisa 18 Kapasitas, Tahanan Tipikor di Rutan Kelas 1 Palembang Meningkat

Kepala Rutan Kelas I Palembang, Bistok Oloan Situngkir
Kepala Rutan Kelas I Palembang, Bistok Oloan Situngkir

Jumlah tahanan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Rutan Kelas I Palembang terhitung meningkat selama tahun 2021. Sebanyak 100 kapasitas ruangan yang diperuntukan bagi tahanan tipikor, saat ini hanya tersisa 18 kapasitas lagi.


"Selama tahun 2021 jumlah tahanan tipikor ini meningkat kalau dibanding tahun lalu, saat ini di Rutan Kelas I sendiri totalnya sudah ada 82 warga binaan,"  kata Kepala Rutan Kelas I Palembang, Bistok Oloan Situngkir, Jumat (31/12).

Disampaikan oleh Bistok bahwa jumlah tersebut belum ditambah dengan beberapa narapidana yang kemungkinan akan turut dipindahkan ke Rutan Kelas 1 Palembang itu.

"Kapasitas ruangan kan hampir penuh, pun kalau memang akan ada penambahan, sekarang kita sedang melakukan pemetaan untuk tahanan yang dari daerah, apakah akan kita geser atau bagaimana nantinya," timpalnya.

Selanjutnya, apabila memang kemungkinan akan terus bertambah, maka dia memastikan akan dengan segera memanfaatkan beberapa ruangan yang saat ini masih kosong.

"Kita nanti akan benahi ruangan yang ada, kemudian kita juga memastikan bahwa ruang bagi mereka itu akan sama dengan tahanan lainnya, tidak ada ac, springbed ataupun layanan fasilitas mewah lainnya," beber dia lagi.

Kendati demikian, Bistok menegaskan bahwa kalaupun ada beberapa perbedaan fasilitas itu hanya diperuntukan bagi tahanan manula dan disabilitas yang memerlukan pelayanan khusus, sebab hal itu dikatakannya meruju pada pelayanan berdasarkan HAM.

"Kalau untuk manula misalnya yang tidak bisa buang air menggunakan closed jongkok, maka akan disediakan yang duduk beserta pegangan kanan kirinya. dan bagi yang tunanetra akan ada jalur khusus," tambah dia yang kemudian juga memastikan tidak ada pilih kasih dengan semua tahanan.

"Tetapi perlu diingat, meski seperti itu bagi tahanan tipikor kalau tidak ada izin luar biasa (keluarga meninggal atau sakit keras, menjadi wali nikah, ahli waris) kita juga tidak akan beri mereka izin keluar. Terakhir ada salah seorang napi tipikor yang mengajukan izin untuk menghadiri pernikahan anak laki-lakinya, tapi tidak kita izinkan," ungkapnya yang kemudian ditambah selama dua tahun terakhir tidak mempersilahkan keluarga untuk melakukan kunjungan.

Kemudian dia juga menegaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus yang diberikan kepada keluarga tahanan tipikor di Sumsel sampai hari ini. Baik ruang kunjungan ataupun aturan harus ditaati bersama.

"Kalau untuk ruang kunjungan itu sama saja, tidak ada beda. Bahkan kedepan akan saya rencanakan salah satu ruangan yang ada disini dengan segera dibuat tempat besuk dengan menggunakan pembatas kaca bagi keluarga dan tahanan, kalau mau ngomong mereka pakai mic saja," ujarnya.

Terakhir diketahui pula, bahwa secara keseluruhan saat ini jumlah tahanan di Rutan Kelas 1 Palembang ada sebanyak 1.447 orang dengan total penjaga keamanan hanya sebanyak 15 orang saja.

"Jadi setiap petugas menjaga sekitar 93 tahanan, kalau ditanya sulit, jawabannya jelas iya. Hanya yang selama ini dilakukan petugas ya melalui pendekatan layanan HAM tadi sehingga ini tidak memberatkan," sambung dia.

Sebetulnya, dia menambahkan, jumlah tahanan yang ada sekarang ini sudah terbilang overload. Sebab kapasitas Rutan Kelas I ini harusnya menampung 750 tahanan saja.