Terjadi Penyimpangan di OPD, Segera Lapor Lewat Aplikasi WBS 

Wakil Walikota (Wawako) Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar.(foto Istimewa)
Wakil Walikota (Wawako) Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar.(foto Istimewa)

Keberadaan aplikasi whistleblowing system (WBS) milik Inspktorat kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.


Salah satu diantaranya jika terjadi permasalahan ataupun dugaan penyimpangan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Lubuklinggau.

"Segera laporkan kepada Inspektorat melalui aplikasi WBS. Sehingga bisa ditindaklanjuti secara langsung oleh instansi terkait," kata Wakil Walikota (Wawako) Lubuklinggau, Sulaiman Kohar saat membuka acara sosialisasi aplikasi WBS milik Inspektorat Kota Lubuklinggau di Pemkot Lubuklinggau,Rabu (21/9).

Dijelaskannya, sedari awal Pemkot Lubuklinggau menginginkan adanya keterbukaan disetiap OPD. Dan Kepala OPD harus mampu menghindari keraguan pada diri setiap Staf yang bekerja di instansinya agar terhindari dari perbuatan menyimpang. 

Terjadinya penyimpangan menurut Wawako karena tidak adanya keterbukaan. Jadi solusi terbaik adalah, masing-masing OPD harus mengadakan rapat setiap bulan secara berkesinambungan sehingga ada keterbukaan antara staf.

“Saya pesankan jaga koordinasi dengan baik antara staf dalam upaya menjadikan Lubuklinggau lebih baik lagi kedepan," bebernya.

Sementara itu Inspektur Inspektorat Kota Lubuklinggau, Resta Irwan Putra, menjelaskan fungsi aplikasi WBS adalah untuk melapor dugaan penyimpangan atau korupsi yang melibatkan pegawai. 

Selain itu, aplikasi WBS terkoneksi langsung dalam aplikasi Smart City serta memberikan sanksi bagi pegawai bersangkutan dalam upaya menuju tata pemerintahan yang lebih baik.

“Jika terjadi dugaan tindakan korupsi, segera laporkan ke Inspektorat melalui aplikasi WBS. Kalau laporannya memenuhi syarat, maka akan segera ditindaklanjuti sedangkan data pelapor akan dirahasiakan,” pungkasnya.