Telantarkan Anak-Istri Demi WIL, Oknum Perwira Polisi jadi Pesakitan

Persidangan yang di Pengadilan Negeri Palembang terkait oknum perwira polisi yang meninggalkan anak-istri demi wanita idaman lain/ist
Persidangan yang di Pengadilan Negeri Palembang terkait oknum perwira polisi yang meninggalkan anak-istri demi wanita idaman lain/ist

Demi Wanita Idaman Lain (WIL), seorang oknum perwira polisi yang berdinas di Polres Lubuklinggau, HJ tega menelantarkan istri dan anaknya selama tiga tahun lamanya.


Kini HJ harus duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (27/9).

Bahkan, AF (19), anak pertama terdakwa dihadirkan JPU Kejari Palembang, Indah Kumala Dewi SH untuk menjadi saksi di persidangan tersebut.

Dalam persidangan diketuai majelis hakim Mangapul Manalu SH MH, saksi AF mengatakan penelantaran yang dilakukan ayahnya terhadap ibu dan lima orang adiknya terjadi sejak tahun 2019 sampai sekarang.

Bahkan, dia mengaku akibat perbuatan ayahnya itu, dirinya tidak dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi, dikarenakan ibunya tidak sanggup lagi membiayai pendidikannya.

"Saya sebelumnya sempat dinyatakan lulus dan diterima di Politeknik Negeri Sriwijaya. Namun tidak ada biaya, jadi saya mundur pak," katanya dalam persidangan.

Mirisnya, saksi menjawab pertanyaan penasihat hukum apakah rela ayahnya dipenjara karena kasus dugaan penelantaran ini, tegas dia menjawab "berani berbuat, harus berani juga bertanggung jawab".

Selain itu, saksi membeberkan kepada majelis hakim, jika sebelum persidangan dimulai sempat diintervensi oleh ayahnya yakni terdakwa HJ yang saat ini tidak dilakukan penahanan, agar jangan sembarangan memberikan keterangan.

Selain menghadirkan saksi anak, JPU juga menghadirkan saksi Nurharpani rekan kerja pelapor Depy Arianti yang tidak lain istri terdakwa HJ yang mengenal pelapor sejak sama-sama bertugas menjadi staf pengajar di salah satu madrasah di kota Palembang.

"Depy ini sejak kasus ini mencuat sering curhat tentang perilaku suaminya kepada saya, bahkan untuk mencukupi kebutuhan enam orang anaknya ini, Depy mengajar di dua sekolah sekaligus," kata saksi Nurparhani.

Sejak ditelantarkan oleh terdakwa HJ, lanjut saksi tak jarang pelapor Depy Arianti meminta bantuannya meminjamkan sejumlah uang, yang hingga saat ini jika dihitung uang yang dipinjam rekannya tersebut sudah mencapai lebih kurang Rp30 juta.

Sembari meneteskan air mata, sebagai rekan kerja saksi Nurpahani tidak keberatan memberikan bantuan pinjam uang tersebut dikarenakan Depy Arianti masih mempunyai tanggungan enam orang anak yang masih kecil.

Usai sidang, tim penasihat hukum terdakwa HJ memilih enggan untuk diwawancarai menanggapi perihal kasus yang menjerat kliennya.

"Nanti saja, pas keterangan terdakwa saja," singkat salah satu penasihat hukum terdakwa dibincangi sejumlah awak media sembari mendampingi terdakwa HJ digiring keluar ruang sidang.

Sementara, JPU Kejari Palembang Indah Kumala Dewi SH menyampaikan, pemeriksaan perkara akan kembali dilanjutkan pada sidang Selasa pekan depan dengan menghadirkan dan mendengarkan keterangan ahli dipersidangan.

"Untuk terdakwanya sendiri saat ini telah di bangku panjangkan di Polda Sumsel, tinggal menunggu putusan incrach majelis hakim PN Palembang saja,"  kata JPU Indah.