Syarat Dukungan Kurang, KPU Kembalikan Formulir Tiga Bakal Calon Walikota Palembang Independen

Ketua KPU Sumsel , Andika Pranata Jaya/Foto: Dudy Oskandar
Ketua KPU Sumsel , Andika Pranata Jaya/Foto: Dudy Oskandar

Tiga Bakal Calon (Balon) Walikota Palembang jalur independen, yaitu Charma Aprianto, Fingki Fitriana alias Pingky, dan Masagus Ahmad Fauzan alias Ustad Yayan, menghadapi kendala setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel) memutuskan untuk mengembalikan formulir pendaftaran mereka.


Hal ini disebabkan oleh ketidakmemenuhi syarat dukungan yang diperlukan. Ketua KPU Sumsel, Andika Pranata Jaya, mengatakan  ketiga Bakal Calon tersebut tidak berhasil memperoleh dukungan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

Meskipun masa pendaftaran telah berakhir pada 12 Mei lalu, jumlah dukungan yang mereka terima tidak mencapai ambang batas yang ditetapkan yakni sebanyak 79.661 dukungan.

“Kami hitung satu per satu, ketiga paslon itu tidak cukup syarat dukungan, hasil hitungan tidak mencapai 70 ribu sehingga dikembalikan bukan ditolak tetapi dikembalikan karena tidak mencapai syarat dukungan dari jalur perseorangan,” katanya.

Menurut Andika, ketiga calon independen tersebut tidak bisa lagi menambahkan dukungan karena masa pendaftaran sudah berakhir. "Tidak bisa lagi, karena pendaftarannya sudah selesai dan sebelumnya kami telah menginformasikan kemudian jumlah dukungan 79 ribu, silahkan dipenuhi," katanya.

Sementara itu, dalam konteks Pilkada di kabupaten/kota lain di Sumsel, hanya ada satu Paslon jalur perseorangan di Kabupaten Lahat yang telah berhasil memenuhi syarat dukungan.

"Di Kabupaten Lahat, kami telah menerima satu Paslon yang berhasil memenuhi syarat. Namun, kami masih mengevaluasi apakah dukungan yang mereka peroleh memenuhi standar," ungkap Andika.

Andika menambahkan bahwa Paslon yang berhasil memenuhi syarat akan menerima tanda terima, sementara formulir pendaftaran yang tidak memenuhi syarat akan dikembalikan kepada pemohon.

"Bagi mereka yang tidak berhasil, mereka memiliki hak untuk mengajukan keberatan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumsel," tandasnya.