Sebanyak puluhan warga Desa Lingkis, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel harus mengalami gatal-gatal. Akibat, kondisi sungai yang mereka gunakan sehari-hari tercemar.
- Astaga, 73,97 Persen Sungai di Sumsel Masuk Kategori Tercemar Berat
- WALHI dan Empat Lembaga Bakal Ungkap Hasil Uji Kondisi Pencemaran Sungai
Baca Juga
Pencemaran ini diduga akibat limbah salah satu perusahaan kelapa sawit yang beroperasi tidak jauh dari desa setempat. Kondisi sungai ini pun kini berubah warna kuning kecoklatan dan berminyak. "Kondisi ini terjadi sudah sekitar 20 hari terakhir," kata warga setempat, Selasa (19/4).
Dia meminta agar pemerintah segera mengecek dan menindaklanjuti kondisi ini. Karena, setidaknya ada 50 warga yang mengeluh gatal-gatal. "Kami berharap pemerintah segera mengecek kondisi sungai tersebut," harapnya.
Kepala Desa Lingkis, Sopianto membenarkan hal tersebut. Dia menambahkan, kondisi ini sudah terjadi sejak dua pekan terakhir. Dimana, warga yang melapor gatal-gatal setidaknya sekitar 50 warga akibat pencemaran sungai tersebut.
"Kami belum bisa memastikan apakah limbah tersebut dari salah satu perusahaan sawit atau bukan. Untuk itu, kami berharap Dinas Lingkungan Hidup bisa turun dan mengecek langsung kondisi sungai tersebut," ucapnya sembari mengatakan agar Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat juga turun untuk mengecek kondisi warga yang terdampak dan terkena penyakit gatal-gatal.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKI, Aris Panani mengaku, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat soal limbah tersebut. Akan tetapi dengan adanya informasi ini, pihaknya akan segera menurunkan tim untuk mengecek kondisi sungai yang diduga tercemar limbah ini.
"Besok akan kita cek dan segera menurunkan tim ke desa lingkis untuk mengecek kondisi sungai tersebut," ujarnya.
Pihaknya belum dapat dipastikan apakah itu merupakan limbah sawit atau bukan. "Nanti setelah dilakukan pengecekan dan pengujian baru dapat disimpulkan darimana limbah tersebut berasal," pungkasnya.
- Pedagang Sayur di OKI yang Dituduh Merampok Divonis Penjara 7 Tahun, Kuasa Hukum Ajukan Banding
- Sengketa Hutan Kota Masuk Babak Baru, PN Kayuagung Gelar Sidang Lapangan
- Puncak Musim Kemarau, Karhutla di OKI Terus Meningkat