Stok Terbatas, WHO Sarankan Vaksin Cacar Monyet Diprioritaskan Untuk Gay dan Biseksual

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus. (ist/Rmol.id)
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus. (ist/Rmol.id)

Organiasasi kesehatan dunia atau WHO menyarankan kepada seluruh negara yang memiliki vaksin cacar monyet untuk lebih mempriorotaskan imunasasi bagi kalangan pria gay dan biseksual.


Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mencaat, lebih dari 41 ribu kasus monkeypox dengan jumlah kematian sebanyak 12 orang yang dilaporkan di 96 negara.

Sejauh ini Amerika Serikat (AS) menjadi negara dengan kasus cacar monyet tertinggi. Kendati begitu penurunan kasus terjadi di Eropa.

“Untuk sementara waktu, WHO menyarankan kepada negara-negara yang memiliki vaksin untuk memprioritaskan imunisasi bagi mereka yang berisiko tinggi terkena penyakit ini, termasuk pria gay dan biseksual dengan banyak pasangan.Selain itu juga petugas kesehatan, staf laboratorium, dan penanggap wabah menjadi kelompok prioritas,”kata Tedros seperti dikutip Reuters, dalam konferensi pers pada Kamis (25/8).

Persediaan vaksin cacar monyet sampai kini masih sangat terbatas secara global. Alhasil pihak berwenang Eropa, Inggris, dan khususnya AS berusaha memberikan jumlah dosis yang lebih kecil atau dosis fraksional untuk memanfaatkan stok yang ada.

“Petugas kesehatan, staf laboratorium, dan penanggap wabah menjadi kelompok prioritas,”ujarnya.