RS Pemprov Berubah Nama, DPRD Sumsel Minta Pelayanan ke Masyarakat Lebih Baik

Juru bicara Fraksi Partai Nasdem DPRD Sumsel Sri Sutadi. (Ist/rmolsumsel.id)
Juru bicara Fraksi Partai Nasdem DPRD Sumsel Sri Sutadi. (Ist/rmolsumsel.id)

Dua rumah sakit milik Pemprov Sumatra Selatan berubah nama. Diharapkan perubahan nama tersebut tidak hanya seremonial saja namun berdampak pada peningkatan layanan kesehatan masyarakat.   


Rumah sakit yang berubah nama tersebut adalah RS Khusus Mata Provinsi Sumsel menjadi RS Mata Binar. Kemudian RSUD Siti Fatimah juga bertambah menjadi RSUD Siti Fatimah Azzahra.

“Diharapkan (dengan perubahan nama) pelayanan kesehatan pada masyarakat Sumatra Selatan akan lebih baik dan cita-cita Provinsi Sumatra Selatan menjadi (tujuan) medical tourism akan semakin cepat terwujud di Bumi Sriwijaya ini,” ujar juru bicara Fraksi Partai NasDem DPRD Sumatra Selatan, Sri Sutadi dalam Rapat Paripurna XXXVII DPRD Sumsel dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Sumsel terhadap Raperda Perubahan APBD Provinsi Sumsel TA 2021 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel, Sabtu (25/9).

Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Mgs Syaiful Padli mengatakan, penambahan nama dua rumah sakit tersebut pernah dipertanyakan pihaknya dalam pandangan Komisi V DPRD Sumsel.

“Sebetulnya esensi penambahan nama dua rumah sakit tersebut yang paling penting bukan sekedar nama, tapi lebih kepada peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan bagaimana kesejahteraan bagi Nakesnya dan profesional. Itu yang harus dipikirkan,” katanya.

Karena menurut politisi PKS ini, selama ini stigma pelayanan rumah sakit milik pemerintah tersebut  negatif dan pelayanannya selalu dipertanyakan.

“Dengan adanya nama yang baru, kita berharap lebih kepada peningkatan pelayanan, peningkatan kesejahteraan bagi Nakes dan lebih profesional,” tegasnya.