Ribuan Kosmetik Ilegal Beredar di Palembang, Polda Sumsel: Penjualannya lewat Facebook

Ditreskrimsus Polda Sumsel saat menangkap pasutri penjual kosmetik ilegal. (Istimewa/rmolsumsel.id)
Ditreskrimsus Polda Sumsel saat menangkap pasutri penjual kosmetik ilegal. (Istimewa/rmolsumsel.id)

Ribuan kosmetik ilegal tanpa izin edar kini beredar di Kota Palembang. Hal ini diketahui saat penangkapan pasangan suami dan istri (Pasutri) yakni Supriadi, 31 dan Linda Astika, 27, Warga Sriwijaya Raya, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang.


Peredaran ribuan kosmetik ini dilakukan sejak satu tahun terakhir melalui media sosial (Medsos) facebook pelaku Astika. 

"Modus operasi pasutri  menjualnya melalui facebook kemudian berlanjut di pesan WhatsApp," kata Wakil Direktur (Wadir) Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Fery Harahap didampingi Kanit 1 Kompol Hadi Syaefudin saat memberikan keterangan pers terkait kasus tersebut, Kamis (23/9).

Terungkapnya peredaran ini karena anggota berhasil memancing dan melakukan undercoverbuy dengan cara memesan secara online melalui facebook. Kemudian, setelah deal harga. Pelaku Supriadi mengantarkan pesanan tersebut dengan menggunakan sebuah mobil. Anggota pun langsung melakukan penangkapan terhadap suami pelaku. 

Kemudian, polisi langsung bergerak kerumah pelaku dan berhasil menyita barang bukti berupa kosmetik Masker whitening sebanyak 2.287 pot, masker komedo apel hijau sebanyak 35 pcs, masker komedo taro sebanyak 68 pcs, masker komedo strawberry sebanyak 72 pcs dan masker komedo lemon sebanyak 142 pcs.

Dari keterangan tersangka, peredaran kosmetik ilegal ini sudah dilakukannya dengan sejak satu tahun terakhir. Bahkan, mereka juga sering

Mereka ini, menurut dia, baru satu tahun mengedarkan komestik ilegal di Palembang. “Kedua pelaku kita kenakan hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara, sesuai dengan perbuatannya,” katanya.

Selain itu menurutnya, pelaku juga memikat pembelinya dengan menggelar undian berhadiah berbagai macam hadiah menarik. Akibat perbuatannya kedua pelaku ini dipenjara selama 15 tahun sesuai dengan perbuatan. "Setelah kasus ini dipublis korban dapat melapor ke kepolisian untuk ditindaklanjuti," tutupnya.

Sementara itu, Pelaku Linda mengatakan penjualan barang ilegal tersebut dilakukannya melalui facebook dan WhatsApp untuk pemesanan hingga pengantaran barang. "Saya menjual ini baru satu tahun terakhir dan pembelinya rata-rata ibu-ibu karena murah," katanya.