Polrestabes Palembang Kembali Amankan 98.620 Benih Lobster

Benih lobster hasil tangkapan Polrestabes Palembang. (ist/rmolsumsel.id)
Benih lobster hasil tangkapan Polrestabes Palembang. (ist/rmolsumsel.id)

Upaya penyelundupan benih lobster kembali digagalkan Polrestabes Palembang. Kali ini, sebanyak 98.620 ekor benih lobster yang disimpan dalam 16 kotak senilai Rp15,3 miliar berhasil diamankan petugas dari sebuah mobil minibus yang melintas di Jalan Parameswara Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Kamis (21/10).


Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi mengatakan, benih lobster tersebut rencananya akan dikirim ke Jambi dan Pekanbaru. Bersama barang bukti lobster, petugas juga mengamankan pelaku berinizial FZ dan NF. Keduanya merupakan sopir mobil travel yang bertugas mengirim lobster tersebut ke wilayah Kota Lubuklinggau.

Menurut Tri, pengiriman lobster yang berasal dari wilayah Jawa dilakukan secara estafet. Jadi di wilayah tertentu akan berganti mobil. Hingga akhirnya tiba ke daerah tujuan di Pekanbaru dan Jambi.

“Pengakuannya, mereka (tersangka,red) tidak tahu kalau disuruh mengantar lobster. Mereka hanya diupah Rp1 juta untuk mengantar ke wilayah Kota Lubuklinggau,” kata Tri saat dibincangi, Jumat (22/10).

Tri menuturkan, lobster jenis mutiara dan pasir tersebut nantinya akan ditangkar di wilayah tujuan. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 26 Ayat 1 Undang-Undang RI No 45 tahun 2009 tentang perikanan dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun kurungan penjara dan denda hingga Rp 1,5 miliar.

Pengungkapan kasus tersebut, lanjut Tri mengindikasikan jika Palembang sudah menjadi jalur perlintasan penyelundupan benih lobster. Berdasarkan catatan, pengungkapan kasus tersebut sudah tiga kali dilakukan.

Yakni pada 10 September 2021, Polrestabes mengungkap penyeludupan 91.456 benih lobster dengan nilai Rp 14 miliar dan pada 20 Agustus 2021 dimana Polrestabes Palembang menyita sebanyak 70.507 benih lobster dengan nilai sekitar  Rp 11 miliar.

“Kedepannya, pengawasan akan kami perketat agar proses penyelundupan tidak terulang,” pungkasnya.