Polda Aceh Ungkap Jaringan Narkoba Internasional, Sita 150 Kg Sabu-Sabu

Kapolda Aceh, Irjen Pol Ahmad Haydar saat menggelar pers rilis terkait ungkap kasus 150 Kg sabu-sabu jaringan internasional. (Ist/Rmolsumsel).
Kapolda Aceh, Irjen Pol Ahmad Haydar saat menggelar pers rilis terkait ungkap kasus 150 Kg sabu-sabu jaringan internasional. (Ist/Rmolsumsel).

Kepolisian Daerah (Polda) Aceh bersama Bea Cukai Aceh, Polres Aceh Timur dan Polres Lhokseumawe menggagalkan penyelundupan narkotika jaringan internasional Indonesia-Malaysia.


Kapolda Aceh, Irjen Pol Ahmad Haydar, mengatakan penyeludupan itu digagalkan pada Kamis lalu, di tiga tempat yang berbeda. Yakni, di Pesisir Pantai Jambo Aye, Aceh Utara. Lalu di Rantau Selamat, Aceh Timur, dan di Jangka, Bireuen.

"Pengungkapan ini merupakan yang terbesar selama bertugas di Aceh. Di mana jumlahnya mencapai ratusan kilogram," kata Ahmad, saat konferensi pers di Gedung Aula Presisi Mapolda Aceh, dilansir dari laman Kantor Berita RmolAceh, Selasa (25/1). 

Dalam pengungkapan itu, kata dia, turut ditangkap enam orang yang diduga pelakunya. Yaitu UH, MK, MJ, DK, RK, dan IS. "Barang bukti sabu seberat 150 kilogram, pil ekstasi 145 ribu butir, dan pil happy five (H5) sebanyak 20 ribu butir," kata dia. 

Selain itu, kata Ahmad, juga diamankan barang bukti pendukung. Diantaranya, satu unit KM Putra Pesisir GT.15, enam unit Handphone, dua unit mobil, dan satu unit kendaraan roda dua. 

"Dengan digagalkannya penyelundupan narkotika ini, secara tidak langsung Polda Aceh telah menyelamatkan generasi emas Indonesia sebanyak 915.000 jiwa," sebut Ahmad.

Pelaku dijerat pasal 114 ayat (2) Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman penjara paling singkat lima tahun, paling lama dua puluh tahun, dan paling berat hukuman mati.