Piala Wali Kota Solo Ditunda, Ini Instruksi Presiden Sriwijaya FC

Presiden Sriwijaya FC Hendri Zainuddin. (MO Sriwijaya FC/rmolsumsel.id)
Presiden Sriwijaya FC Hendri Zainuddin. (MO Sriwijaya FC/rmolsumsel.id)

Sriwijaya FC belum mengambil keputusan terkait penundaaan Piala Wali Kota Solo 2021, apakah tetap berada di Solo atau kembali ke Palembang.


Presiden Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin mengatakan, dirinya sempat tidak percaya mendengar kabar Piala Wali Kota Solo ditunda.

“Raso dunio ini nak pingsan dengernyo. Padahal kita sudah menganalisa, berhitung, bahkan sejak H-3 sudah di sana. Biaya tinggi luar biasa kita keluarkan, belum lagi lelah di perjalanan. Akhirnya ada keputusan H-1 harus ditunda. Inilah ketentuan Allah. Kita sebagai orang beriman tentu ada hikmah di balik itu, kita menikmati cobaan ini dan mengambil hikmahnya,” ujar HZ, Senin malam (28/6).

HZ menekankan, bicara soal kerugian akibat penundaan turnamen pramusim tersebut, pastinya sangat besar. Bukan hanya materiil, namun secara morel juga banyak kerugian dirasakan Sriwijaya FC.

“Secara materiil, uang banyak sekali kita keluarkan menjadi sia-sia karena tidak jadi bermain, pemain tidak mendapatkan jam terbang, coach juga tidak bisa menerapkan strateginya. Lalu kerugian morel, semangat pemain bisa kendur,” katanya.

“Pengurus semakin hari semakin dalam demamnya,” seloroh HZ.

Namun HZ menegaskan, semua itu merupakan risiko dalam mengurus klub sepak bola di Indonesia.

“Sepak bola Indonesia ini serba tidak jelas, serba tanggung. Tapi karena (Sriwijaya FC) ini adalah kebanggaan masyarakat Sumsel, maka apapun bentuknya kita harus menguatkan diri mempersiapkan mental sebaik-baiknya,” tuturnya.

Terkait tim yang masih berada di Solo, HZ pun meminta untuk bersabar dan tetap berlatih untuk menjaga kebugaran kondisi.

“Kita akan segera berkoordinasi dengan panitia untuk memastikan berapa lama penundaannya. Kalau sekedar 2 atau 3 hari penundaannya kita bisa tinggal di sana. Tapi kalau penundaanya lama kita akan segera pulang,” tukasnya.