Petakan Sebaran Penyakit Ikan, Balai Karantina Sumsel Lakukan Pemantauan PIK di Lubuklinggau 

Tim Balai Karantina Sumsel pantau penyakit ikan tahap I di Kota  Lubuklinggau/ist
Tim Balai Karantina Sumsel pantau penyakit ikan tahap I di Kota Lubuklinggau/ist

Tim Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan pemantauan dan pengecekan penyakit ikan karantina (PIK) tahap I di Kota Lubuklinggau.


Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai Senin (6/5) hingga Kamis (9/5) lalu. Ketua Tim Kerja Karantina Ikan, Triyanto menjelaskan bahwa pemantauan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan dua kali setahun untuk memetakan sebaran Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK) di wilayah Sumsel. 

"Pemantauan ini penting untuk mengetahui peta sebaran HPIK dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat," ujarnya.

Pemantauan dilakukan di tiga kecamatan berbeda di Kota Lubuk Linggau, dengan fokus pada komoditas andalan Sumsel yaitu ikan lele, nila, dan patin. 

Setiap jenis ikan ini memiliki target penyakit yang berbeda, termasuk jamur, bakteri, dan virus. Diantaranya, ikan lele dipantau untuk jamur Aphanomyces invadans, ikan nila untuk virus Tilapia Lake Virus (TiLV), dan ikan patin untuk bakteri Edwardsiella ictaluri.

Sementara itu Ketua Balai Karantian Sumsel, Kostan Manalu menekankan pentingnya pemantauan ini untuk mencegah penyebaran Penyakit Ikan Karantina (PIK) di wilayah Sumatera Selatan. 

"Dengan kegiatan ini, diharapkan penyebaran PIK yang masuk dan keluar wilayah Sumatera Selatan dapat dicegah," katanya.

Dia mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk melindungi industri perikanan di Sumsel, memastikan kesehatan ikan tetap terjaga, dan mencegah potensi kerugian ekonomi akibat penyakit ikan yang bisa menyebar dengan cepat.

"Kegiatan ini untuk mencegah, sehingga tidak menyebabkan kerugian besar bagi pembudidaya ikan di daerah ini," jelasnya.