Perjuangan Pengantar Logistik Pemilu di Banyuasin, Perjalanan Empat Jam Gunakan Kapal Tembus Ombak Tiga Meter

Logistik pemilu yang dikirim ke Desa Tanah Pilih. (ist/rmolsumsel.id)
Logistik pemilu yang dikirim ke Desa Tanah Pilih. (ist/rmolsumsel.id)

Perjalanan tim gabungan dalam mendistribusikan logistik Pemilu 2024 ke lokasi pencoblosan tidaklah mudah. Khususnya di kawasan Kabupaten Banyuasin yang mayoritas merupakan daerah perairan. 


Hambatan mulai dari akses jalan hingga jarak yang jauh harus dialami mereka sepanjang perjalanan. Tak hanya itu, mereka juga harus berhadapan dengan maut tatkala distribusi logistik harus dikirim menggunakan kapal. Terlebih, situasi cuaca di perairan Banyuasin saat ini tengah ekstrem. 

Seperti yang dialami anggota Polsek Sungsang bersama anggota TNI, PPK, dan panwascam saat melakukan pengiriman logistik pemilu ke Desa Tanah Pilih. Jarak dari gudang PPK Kecamatan menuju lokasi desa tersebut sekitar 4 jam dan harus ditempuh menggunakan kapal. 

"Kami berangkat dari dermaga Sungsang sekitar pukul 14.30 WIB dan tiba di Desa Tanah Pilih sekitar pukul 18.30 WIB," kata Kapolsek Sungsang, Iptu Ricky Febrian saat dibincangi. 

Perjalanan melalui jalur sungai itu tidaklah mulus. Mereka harus menghadapi ombak ganas setinggi tiga meter. Namun, keberanian dan ketekunan anggota Polsek Sungsang memastikan logistik pemilu sampai dengan selamat ke tujuannya. "Hampir sepanjang perjalanan kami melawan ombak setinggi sekitar tiga meter," ujarnya menceritakan pengalamannya.

Dalam video yang diunggah Kapolda Sumsel, terlihat bagaimana speedboat yang membawa logistik pemilu bergerak menghadapi ombak ganas. "Kami memilih speedboat yang sudah ahli untuk menghadapi kondisi ini," tambahnya.

Ketua KPU Banyuasin, Aang Mitharta menegaskan, seluruh proses pengiriman logistik pemilu berjalan lancar tanpa kendala apapun. "Alhamdulilah lancar," ungkapnya.