Penyelidikan Makan Waktu Setahun, Kejari OKUS Akhirnya Tetapkan Oknum Kades Tersangka

Kades Muara Payang saat digiring jaksa ke mobil tahanan. (ist/rmolsumsel.id)
Kades Muara Payang saat digiring jaksa ke mobil tahanan. (ist/rmolsumsel.id)

Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Senin (13/9), resmi menahan Kepala Desa (Kades) Desa Muara Payang Kecamatan Kisam Tinggi berinisial YA. Penahanan tersebut setelah Kejari OKUS menetapkan YA sebagai tersangka tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dana desa Muara Payang, 2017, 2018 dan 2019.


“Kami lakukan penahanan selama 20 hari kedepan di Lapas Kelas IIB Muara Dua. Ini untuk kepentingan penyidikan. Statusnya sendiri saat ini sudah tersangka,” kata Kepala Kejaksaan Negeri OKUS Kusri SH, saat dibincangi, Selasa (14/9).

Menurutnya, kerugian negara yang ditimbulkan akibat ulah Kades mencapai Rp 699.307.536,74. Nilai tersebut berdasarkan perhitungan dari BPKP dan penyidik. Ia mengatakan, penyelidikan kasus tersebut memakan waktu hampur satu tahun. Kendalanya, sambung Kusri, lantaran proses audit yang cukup banyak dilakukan.

“Karena penyimpangannya cukup banyak, proses audit juga makan waktu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyelewengan dana desa yang dilakukan oknum kades tersebut dilakukan dalam beberapa proyek pembangunan di rentang tahun tersebut. Seperti pembangunan bronjong penahan longsor, pengdaan baju seragam dinas perangkat desa dan beberapa proyek dana desa lainnya.

Selain itu, YA juga dinyatakan terbukti merekayasa dokumen SPJ Dana Desa yang dibuat seolah-olah telah sesuai dengan peruntukannya. “Kalau dari hasil penyidikan sementara. YA ini pemain tunggal. Jadi untuk tersangka sejauh ini kita tetapkan satu orang. Tetapi tunggu hasil penyidikan kedepan,” pungkasnya.