Peneliti BRIN Sebut Sungai Musi Sudah Terlalu Banyak Masuk Limbah Pabrik dan Perkebunan

Penekti BRIN memberikan kuliah pakar tentang tercemarnya Sungai Musi/Foto:Dudy Oskandar
Penekti BRIN memberikan kuliah pakar tentang tercemarnya Sungai Musi/Foto:Dudy Oskandar

Perairan Sungai Musi di Palembang, Sumatera Selatan semakin terancam oleh limbah dari aktivitas perkebunan dan pabrik dari hulu sungai. 


Meskipun demikian, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr Ir. Siti Nurul Aida M.Si menilai kondisi sungai belum mencapai tingkat kritis seperti yang terjadi di Sungai Citarum dan Bengawan Solo.

"Sungai Musi memang tercemar, tapi belum separah Sungai Bengawan Solo atau Sungai Citarum. Masyarakat Palembang juga masih memiliki kesadaran yang tinggi untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai," ujar Dr. Siti Nurul Aida dalam kuliah pakar di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Sriwigama.

Lebih lanjut dia mengatakan, limbah di Sungai Musi berasal dari pupuk perkebunan di hulu dan limbah pabrik di hilir. Meskipun beberapa pabrik sudah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) untuk pembuangan limbah, namun masih sering terjadi insiden kematian massal ikan.

"Perlu adanya konstanta penjernihan air secara alami untuk mengatasi pencemaran ini. Namun, konstanta alami tersebut belum ditemukan di Sungai Musi, meskipun sudah diterapkan di Sungai Bengawan Solo," tambah Dr. Siti.

Selain itu, Siti juga mengungkapkan pentingnya peran bagi pemerintah terhadap masyarakat dan perusahaan untuk mematuhi regulasi lingkungan guna mencegah pencemaran lebih lanjut.

"Tergantung dari pemerintah melaksanakan regulasi lingkungan atau tidak dan masyarakatnya begitu juga perusahaan di yang berada sekitar sungai musi harus patuh," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Stiper Sriwigama, Dr. Ir. Krisna Delita Msi, menekankan pentingnya edukasi tentang lingkungan. 

"Kuliah pakar ini memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang kondisi perairan di Sumatera Selatan dan bagaimana memanfaatkannya untuk kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.