Penanganan Kasus Pelecehan Seksual, Ketua IKA Unsri: Pembentukan Crisis Center Mendesak

Ketua IKA Unsri Agung Firman Sampurna. (Net/rmolsumsel.id)
Ketua IKA Unsri Agung Firman Sampurna. (Net/rmolsumsel.id)

Ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Sriwijaya Agung Firman Sampurna menilai perlu segera dibentuk crisis center dalam penanganan kasus pelecehan seksual oleh oknum dosen kepada mahasiswi di kampus Unsri.


Agung Firman Sampurna mengapresiasi respons Rektor Unsri yang telah membentuk Tim Etik untuk penanganan kasus yang terjadi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

“Tentunya, Tim Etik juga perlu segera diterapkan untuk kasus yang terjadi di Fakultas Ekonomi. Untuk itu, pembentukan crisis center menjadi urgent, dalam rangka mengatasi trauma yang dialami korban, sekaligus diharapkan secara bertahap mengatasi masalah ini sampai ke akarnya,” ujarnya, Sabtu (11/12).

Agung juga mengapresiasi kepada pihak kepolisian yang bertindak profesional menangani kasus ini dan tetap menjalankan tugasnya dalam melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.

“Pada saat yang sama, kita wajib menghormati hak-hak tersangka dengan tetap menerapkan asas praduga tidak bersalah sampai dengan adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” kata Ketua BPK RI ini.

Agung juga menyampaikan, dirinya telah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk menuntaskan permasalahan ini.

“Tadi siang, saya sudah menghubungi Pengurus HIMPUNI (Himpunan Alumni Perguruan Tinggi Negeri) yaitu bapak Budi Karya Sumadi untuk nantinya bersama-sama duduk satu meja dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Bareskrim, guna mencari formulasi yang terbaik untuk mendukung Perguruan Tinggi dalam mengatasi, memitigasi, dan mencegah terjadinya kasus serupa di lembaganya masing-masing,” kata alumni SMA Negeri 1 Palembang ini.

Agung yang baru saja dipercaya sebagai Wakil Ketua Auditor Eksternal PBB itu, mengajak semua pihak untuk tidak memperlebar permasalahan hingga ke hal-hal yang tidak relevan.

“Terakhir, kami ingin menekankan bahwa masalah yang saat ini dihadapi adalah kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum pengajar. Mari kita pantau dan dukung upaya untuk mengatasinya, tanpa memperlebar masalah ini ke hal-hal lain yang tidak ada kaitannya dengan kasus ini,” pungkasnya.