Pembacok Satu Keluarga di Jalintim Palembang - Indralaya Mantan Kades, Ini Pengakuannya

Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusantiyo Sandhy menunjukkan tersangka dan barang bukti pembacokan satu keluarga di Jalan Palembang - Indralaya pada press release di Mapolres Ogan Ilir, Minggu (17/4). (Ist/rmolsumsel.id)
Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusantiyo Sandhy menunjukkan tersangka dan barang bukti pembacokan satu keluarga di Jalan Palembang - Indralaya pada press release di Mapolres Ogan Ilir, Minggu (17/4). (Ist/rmolsumsel.id)

Gerak cepat Polres Ogan Ilir mengungkap penyerangan yang berujung tewasnya Rasyid Ghandi (32) di Jalan Palembang – Indralaya pada Sabtu malam (16/4) berhasil menangkap dua pelaku. Diketahui salah satu penyerang merupakan mantan kepala desa yang memiliki dendam dengan korban.


Hanya hitungan jam, polisi menangkap dua pelaku yakni Safri (47) dan Zainal (38). Diketahui keduanya merupakan saudara.

Pada press release di Mapolres Ogan Ilir, Minggu petang (17/4), tersangka Safri mengaku nekat membunuh korban karena merasa terancam.

“Saya ada persoalan pribadi dengan korban. Sejak tiga bulan terakhir, jujur saya tidak berani pulang ke rumah di Muara Enim karena takut dihadang korban,” kata Safri.

Disampaikan Safri, persoalan dengan korban terjadi sejak dirinya menjabat Kepala Desa Tapus, Kecamatan Lembak, Muara Enim.

Safri membantah kabar yang menyebutkan perselisihan dirinya dan korban terkait Pilkades.

“Kalau saya ribut dengan korban sejak saya jadi Kades dulu, memang iya. Tapi kalau karena Pilkades, saya pastikan bukan itu,” tutur Safri.

Menurut pelaku, korban merupakan jagoan kampung dan cukup disegani di lingkungan tempat tinggalnya. Hal itu membuat Safri tidak nyaman dan khawatir dicelakai korban.  

Hingga pada Sabtu petang (16/4), Safri berpapasan dengan korban di wilayah Lembak. Lalu Safri dan adiknya yang mengendarai mobil berputar arah dan membuntuti korban yang mengendarai sepeda motor bersama istri dan kedua anaknya.

“Sempat kehilangan jejak korban, akhirnya ketemu lagi di jalan lurus (Jalan Palembang - Indralaya). Lalu saya setop, terus saya tusuk dan bacok korban,” terangnya.

Saat menyerang korban, istri korban sempat melindungi suaminya sehingga ikut terkena sabetan pisau dan parang.

“Kalau istri korban, jujur tidak saya incar. Saya hanya emosi sama suaminya saja,” ujar Safri yang menjabat Kades Tapus hingga 2019.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Yusantiyo Sandhy mengatakan, dari keterangan tersangka penyerangan yang berujung tewasnya korban sudah direncanakan. Dengan begitu, tersangka terancam hukuman mati.

“Kedua tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup. Tersangka juga terancam hukuman mati,” kata Yusantiyo.