Pasca OTT KPK, Barang Pribadi Mulai Dikemas dari Rumah Dinas Bupati Muba

Suasana Rumah Dinas Bupati Musi Banyuasin/ist/rmolsumsel.id
Suasana Rumah Dinas Bupati Musi Banyuasin/ist/rmolsumsel.id

Pasca operasi tangkap tangan kasus dugaan suap proyek infrastruktur di Dinas PUPR Muba yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Muba dan Jakarta, Jumat (15/10/2021) lalu. Kegiatan di Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Muba berlangsung seperti biasa. 


Dari pantauan Kantor Berita RMOL Sumsel, para pegawai rumah tangga, termasuk anggota Pol PP yang berjaga beraktivitas seperti biasa, sesuai tupoksi masing-masing. Tidak ada perubahan yang signifikan di rumah yang ditempati Dodi Reza Alex Noerdin tersebut. 

Bahkan, kegiatan Pemkab Muba pun masih berlangsung di Pendopoan Griya Serasan Sekate. Hanya saja, ada sejumlah orang yang berkemas-kemas di dalam rumah dinas dengan mengangkut sejumlah barang menggunakan mobil. 

"Tolong ya mas, jangan difoto-foto ya," ujar salah satu pegawai yang sedang mengemas barang dari dalam Rumah Dinas Bupati Muba, Selasa (19/10). 

Sementara, Kabag Umum Setda Muba, Syafrizal, mengatakan, pihaknya memastikan seluruh kegiatan, termasuk di Rumah Dinas Bupati atau Griya Serasan Sekate tetap berlangsung dengan normal. 

"Semuanya normal dan tetap bekerja seperti biasa. Tidak ada hal yang berbeda dari hari-hari sebelumnya," kata dia. 

Sekedar informasi, KPK pada Jumat (15/10) melakukan OTT di Kabupaten Muba dan Jakarta. Operasi senyap itu KPK mengamankan dan menetapkan sejumlah tersangka yakni Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, Kepala Dinas PUPR Muba Herman Mayori, Kabid SDA Edi Umari dan pihak ketiga Suhandy. 

Selain itu, KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp270 juta dari tangan Herman Mayoritas dan Rp 1,5 miliar yang didapat dari dalam mobil Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin di Jakarta.