Operasioal LRT Sumsel Masih Mengandalkan Subsidi Rp119 Miliar Pertahun

Pihak LRT Sumsel memberikan bingkisan kepada anak panti asuhan dalam rangka HUT LRT Sumsel ke 4 Tahin di Stasiun Ampera, Sabtu (23/7)/ Foto: Mizon
Pihak LRT Sumsel memberikan bingkisan kepada anak panti asuhan dalam rangka HUT LRT Sumsel ke 4 Tahin di Stasiun Ampera, Sabtu (23/7)/ Foto: Mizon

Pihak LRT Sumsel terus berbenah demi menarik minat masyarakat dalam memanfaatkan kereta modern tersebut sebagai sarana transportasi sehari-hari. Kepala Balai Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel, Dedik Tri Istiantara mengatakan, pihaknya akan terus berbenah untuk mencapai serta meningkatkan jumlah penumpang LRT.


"Kita sudah menjalankan sejumlah program seperti kartu berlangganan untuk pelajar dan ASN, cukup bayar Rp25 ribu bisa digunakan sepuasnya selama satu bulan," jelasnya.

Upaya lain untuk peningkatan ridership, kata Dedik, yakni ke depan semua penumpang LRT telah menggunakan kartu. "Sejauh ini penggunaan kartu berlangganan untuk pelajar sudah mencapai 75 persen. Untuk ASN kita kerja sama dengan Pemprov dan BSB," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan mengoptimalkan setiap fasilitas yang ada, seperti pilar-pilar LRT akan dikomersilkan sebagai saran promosi seperti advertising. "Kita ada 860 pilar, nanti akan dibagi menjadi lima zona sesuai dengan lokasi pilarnya," jelasnya.

Kemudian, lanjut Dedik, untuk mengatasi penumpukan kendaraan penumpang di stasiun-stasiun LRT, pihaknya akan menjalin kerjasama dengan beberapa pihak diantaranya OPI Mall dan Asrama Haji untuk menjadi kantong parkir.

"Ya, kita menjalin kerjasama dengan OPI Mall dan Asrama Haji untuk tempat parkir kendaraan penumpang LRT. Nanti tinggal menunjukan kartu berlanganan LRT, untuk sepeda motor Rp5 ribu, dan mobil Rp10 ribu," jelasnya.

Disinggung mengenai subsidi dari pemerintah, Dedik mengakui hingga saat ini LRT Sumsel belum beroperasional secara mandiri dan masih menggunakan skema subsidi kereta perintis dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub).

"Subsidi untuk perintis seperti LRT Sumsel, Rp119 miliar pertahun dari Kementrian Perhubungan. Subsidi ini untuk operasional LRT, mulai dari maintenance dan untuk biaya lain-lainnya," pungkasnya.