Nilai Investasi Jangka Panjang Pemprov Sumsel Capai Rp7,56 Triliun

Sekda Sumsel, SA Supriono. (ist/rmolsumsel.id)
Sekda Sumsel, SA Supriono. (ist/rmolsumsel.id)

Pj Gubernur Sumsel melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, SA Supriono mengungkapkan nilai investasi jangka panjang Pemprov Sumsel mencapai Rp7,56 triliun. Nilai tersebut merupakan total kepemilikan saham Pemprov Sumsel pada berbagai BUMD.


Aset terbesar Pemprov Sumsel terdapat pada PT Jakabaring Sport City senilai Rp5,60 triliun, diikuti PT Bank Sumsel Babel sebesar Rp967,11 miliar.

Selanjutnya, PT Swarnadwipa Sumsel Gemilang dengan nilai Rp511,16 miliar, PT Penjamin Kredit Daerah Rp163,4 miliar, dan PT Sumsel Energi Gemilang Rp117,4 miliar. Sisanya, tersebar pada BUMD/BUMN lain dengan nilai investasi di bawah Rp100 miliar.

"Pendapatan dividen pada tahun 2023 mencapai Rp223,8 miliar, lebih besar dibandingkan tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp152 miliar," jelas SA Supriono saat membacakan jawaban Gubernur Sumsel terhadap pemandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel Terhadap Raperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2023 dalam rapat paripurna DPRD Sumsel, Kamis (6/6).

Menurut Supriono, peningkatan nilai aset ini akan menjadi modal dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan pada akhirnya akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan melalui pemanfaatan aset tersebut.

Selain itu, Supriono juga menyampaikan realisasi pendapatan daerah, di mana Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan tren kenaikan sejak tahun 2021 sebesar 81,43% menjadi 93,85% pada tahun 2023. Komponen Pendapatan Pajak Daerah selalu terealisasi di atas 100%.

"Hal ini menunjukkan komitmen Pemprov Sumsel dalam meningkatkan PAD dan mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah," ujar Supriono.