Melihat Workshop Teknologi Penambahan Ekstrak Daun Sirih Cina dan Vitamin E pada Domestikasi Ikan di Desa Burai

Tim Pengabdian Program Studi Pengairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya (Unsri) melakukan workshop dalam mengembangkan usaha budidaya ikan rawa khususnya ikan selincah di kelompok pembudidaya ikan di Desa Burai. (ist/rmolsumsel.id)
Tim Pengabdian Program Studi Pengairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya (Unsri) melakukan workshop dalam mengembangkan usaha budidaya ikan rawa khususnya ikan selincah di kelompok pembudidaya ikan di Desa Burai. (ist/rmolsumsel.id)

Potensi besar perikanan di Sungai Kelekar yang membentang sepanjang Desa Burai sebagai sumber perekonomian rakyat. Sangat menggelitik untuk dilakukan usaha budidaya ikan rawa. 


Hal ini untuk keberlangsungan populasi ikan rawa di alam. Berdasarkan kondisi tersebut, maka Tim Pengabdian Program Studi Pengairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya (Unsri) melakukan workshop dalam mengembangkan usaha budidaya ikan rawa khususnya ikan selincah di kelompok pembudidaya ikan di Desa Burai. 

Workshop ini dilakukan sangat serius agar para petani ikan tersebut memiliki peluang besar untuk dapat berkembang dan menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. 

“Pelatihan dalam bentuk workshop ini kita lakukan untuk mengatasi masalahmasalah yang dialami oleh Masyarakat Desa Burai dalam budidaya perikanan di Sungai Kelekar. Kami melihat mereka masih memiliki keterbatasan pengetahuan dalam penguasaan teknologi domestikasi ikan rawa liar ke lingkungan terkontrol sehingga ikan rawa yang dipelihara masih banyak mengalami kematian," kata Tanbiyaskur, S.Pi., M.Si. selaku ketua Tim PKM Program Studi Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Jumat (23/9).

Keberhasilan domestikasi ikan selincah yang dipelihara pada lingkungan terkontrol akan menjadi langkah awal untuk pengembangan produksi calon induk, proses pembenihan dan produksi benih ikan selincah yang pada akhirnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ikan selincah sebagai ikan konsumsi. 

"Selain itu sangat berguna dalam mengembangkan wisata pemancingan dan ekowisata di Desa Burai. Hal inilah yang menjadi alasan Tim PKM ini melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Burai", katanya.

Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh Tim PKM berupa pelatihan atau pendampingan dalam transfer teknologi tepat guna bagi masyarakat. 

Selain itu, metode lain berupa pemberdayaan masyarakat dengan memberikan informasi melalui alat peraga atau demonstrasi serta memberikan pendampingan dalam produksi benih ikan selincah. 

Karena menariknya pelatihan Erik selaku Kepala Desa Burai dan Bapak Zulkifli sebagai ketua kelompok pembudidaya ikan Desa Burai langsung ini langsung hadir di tengah kegiatan.

Para peserta kegiatan ini berasal dari Kelompok Masyarakat Pembudidaya ikan di Desa 

Burai. Selain dosen-dosen Program Studi Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya selaku pemateri juga hadir mahasiswa sebagai asistensi kegiatan ini. 

Kegiatan pelatihan ini diawali dengan penyampaian materi oleh Tanbiyaskur, S.Pi., M.Si. 

Selanjutnya dilakukan diskusi serta pelatihan teknik pemberian ekstrak daun sirih Cina dan Vitamin E pada pakan ikan selincah yang dipraktekkan oleh mahasiswa. 

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan alat berupa bak pemeliharaan ikan, pakan ikan, alat bahan untuk penmabhaan ekstrak daun sirih Cina, Vitamin E dan beberapa komponen pendukung kegiatan budidaya ikan selincah kepada ketua kelompok pembudidaya ikan. 

Selain pelatihan berupa materi pada kegiatan ini juga dilakukan pendampingan melalui kegiatan praktek lapangan oleh mahasiswa di desa tersebut hingga satu siklus produksi. 

Diharapkan dengan adanaya kegiatan ini, memberikan solusi kepada masyarakat Desa Burai khususnya pembudidaya ikan selincah serta menjadi jembatan dalam mengaplikasikan hasil penelitian Dosen Program Studi Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya kepada pembudidaya ikan khususnya ikan selincah.