Mahasiswa Bebas Memilih Mata Kuliah Lintas Prodi di Kampus Merdeka

Seminar Merdeka Belajar Kampus Merdeka di The Zuri Hotel. (Yuni Rahmawati/rmolsumsel.id)
Seminar Merdeka Belajar Kampus Merdeka di The Zuri Hotel. (Yuni Rahmawati/rmolsumsel.id)

Kampus Merdeka merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makariem yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil.


Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Raden Fatah Palembang, Achmad Syarifuddin mengatakan telah bekerjasama dan telah menandatangani MOU dengan Universitas Sriwijaya (Unsri) dalam mengadakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Ini merupakan kickoff atau peluncuran. Ini juga sebagai awal mula untuk menyusun kurikulum berbasis MBKM Fakultas Dakwah dan Komunikasi,” katanya dalam Seminar Merdeka Belajar Kampus Merdeka di The Zuri Hotel, Senin (18/10).

Syarif juga mengatakan, melalui kegiatan ini FDK juga diarahkan bagaimana secara filosofis MBKM ini dimulai. Mulai dari peraturan rector dan legitimasi pelaksanaan MBKM. Kemudian, sangat penting MBKM di Universitas. Karena MBKM ini akan mengubah kebiasaan.

“Kalau selama ini mahasiswa di cekokin mata kuliah yang harus diambil oleh Program Studi, sehingga mereka terjebak dan terkekang pada struktur itu. MBKM inilah yang akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bebas memilih mata kuliah yang disiapkan,” ujar Syarif.

Ia menambahkan, MBKM ini juga membuat mahasiswa menjadi lebih berkembang. Artinya, sesuai dengan keinginan mahasiswa. Mengingat pada zaman distrubsi ini kadang pengalaman bisa dijadikan sebagai acuan ketika mengembangkan skill dan profesi.

“Nah, jadi melalui MBKM ini, mahasiswa bisa berkuliah di luar prodinya. Misalnya Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) kuliah di Manajemen Dakwah (MD) atau lintas fakultas seperti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis,” sambungnya.

Jadi tidak menutup kemungkinan mahasiswa berkuliah di Program Studi lain. Sebab semua skill perlu ditekuni karena mahasiswa ini diberikan kebebasan untuk memilih profesi dan minat yang dikembangkan.

“Kedepan, akan secepatnya dilaksanakan dan sudah siap dan payung hukumnya sudah ada. Sebenarnya kegiatan ini sudah kita lakukan tapi belum maksimal. Dan kegiatan yang selama ini kita lakukan seperti magang,” pungkasnya.